Beranda Siaran Pers Sosialisasi MAGER Cegah Post Power Syndrome

Sosialisasi MAGER Cegah Post Power Syndrome

BERBAGI
(Dok. Panitia)

Siaran Pers | DETaK

Darussalam– Lima mahasiswa Bimbingan Konseling (BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang tergabung dalam kegiatan PKM-M (Pekan Keativitas Mahasiswa- Pengabdian Masyarakat) melakukan kegiatan pengabdian tepatnya di Desa Tungkop pada 29 Mei 2018. Mengusung tema “Sosialisasi MAGER (Mari Gerak) dengan menggunakan BIMKEL (Bimbingan Kelompok) untuk mencegah PPS (Post Power Syndrome) pada pekerja di desa Tungkop.”

diketuai oleh Teuku Fadil Alhafizh Umar dan beranggotakan Rahmad Syarifuddin, Nurrizki Safira, Nabila Arshadina dan Muhammad Yahya, ide ini muncul dari pengalaman salah seorang rekan TIM yang melihat seorang tetangganya yang mengalami Post Power Syndrome yang memiliki gejala seperti mudah tersinggung, mudah marah, sering membicarakan tentang jabatan masa lalunya yang dapat menyebabkan ia selalu terpuruk dengan masa-masa berjayanya di masa lalu.

IKLAN
loading...


Dari kasus tersebut, TIM terinspirasi untuk membuat sebuah program yang dapat memberikan pemahaman sedini mungkin kepada masyarakat tentang bahaya Post Power Syndrome dan cara pencegahannya. Sehingga masyarakat dapat mengantisipasi dirinya dan orang terdekat serta mengambil langkah selanjutnya dalam pencegahan Post Power Syndrome.

Kegiatan ini dilakukan melalui 3 tahap mulai dari sosialisasi kegiatan kepada masyarakat, dilanjutkan senam massal dan Evaluasi. Senam massal dirancang untuk membuat para pekerja lebih aktif dalam berinteraksi dengan pekerja lain, setelah itu evaluasi dilakukan untuk mengukur sejauh mana pemahaman masyarakat mengenai kegiatan yang diselenggarakan.

“Kegiatan ini sangatlah bermanfaat bagi masyarakat dan sebelumnya saya tidak tau tentang penyakit ini. Saya baru tau gejalanya yang ternyata sedang menyerang saya, terkadang saya sering marah sendiri, gak mau bicara kepada orang lain kalau lagi gak mood. Dengan kegiatan ini saya jadi tau Post Power Syndrome dan pencegahannya, “ ujar Marlyandriani, pemilik usaha catering kue.

Program ini mendapat respon positif dari masyarakat setempat, terbukti dari peserta yang hadir dari berbagai kalangan yang berbeda.

“Saya pikir kegiatan ini sangatlah berguna dan patut dilaksanakan mengingat masih banyak masyarakat yang belum tau tentang gejala Post Power Syndrome ini, “ ujar Rosmani, kepala PAUD.

Demi keberlanjutan kegiatan ini kedepannya ketua PKM-M berharap masyarakat bisa lebih mandiri dalam  menerapkan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat menjelang masa pensiunnya agar dapat terhindar dari Post Power Syndrome, sehingga kegiatan ini tetap akan berlanjut walaupun kegiatan PKM-M DIKTI telah selesai dilaksanakan.

“Saya berharap untuk kegiatan selanjutnya warga dapat kembali ikut berpartisipasi dan menambah pemahaman tentang cara mencegah Post Power Syndrome,” pungkas Teuku Fadil Alhafizh Umar selaku ketua PKM-M. []

Editor : Missanur Refasesa