Beranda Terkini Sekjend Dewan Ketahanan Nasional: Fungsi dan Makna Ideologi Pancasila Saat Ini Terusik

Sekjend Dewan Ketahanan Nasional: Fungsi dan Makna Ideologi Pancasila Saat Ini Terusik

BERBAGI
Doni Monardo saat memberikan kuliah umum di Unsyiah. 23/11/18. (Buhari Hapiansyah Siregar [AM]/DETaK)
loading...

Buhari Hapiansyah Siregar [AM] | DETaK

Darussalam – Sekretaris Jendral (Sekjend) Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia, Letnan Jendral Tentara Negara Indonesia (TNI), Doni Monardo menyebut bahwa fungsi dan makna Ideologi Pancasila saat ini diusik oleh banyak pihak. Pernyataan tersebut diungkapkan Doni dalam kegiatan Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Dewan Ketahanan Nasional Republik Indonesia dengan tema “Program Emas Hijau dan Emas Biru”  di gedung Academic Activitiy Center (AAC) Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) pada Jumat, 23 November 2018.

Doni menyampaikan bahwa saat ini Negara Indonesia dihadapkan pada banyak pihak yang ingin menghilangkan fungsi dan makna ideologi yang dianut oleh bangsa ini.

IKLAN
loading...


“Masih banyak upaya untuk mengganti ideologi pancasila dan saat ini kita pun sedang dipengaruhi oleh ideologi yang anti pancasila,” lanjutnya

Oleh karena itu, Doni banyak menyampaikan perihal kesadaran warga negara dalam kepentingan membela negara. Makna dari definisi bela negara sendiri merupakan kesadaran warga negara untuk melindungi negara.

“Perilaku bela negara bukan hanya dari militer tetapi bisa juga dilakukan dengan melakukan sikap senyum, sapa, salaman, silaturahmi kepada orang-orang bukan malah melakukan mabuk, marah, melotot, dan memukul,” ungkapnya dengan suara tegas.

Dalam kuliah umum ini, Doni juga banyak berbagi informasi bahwasanya Negara Indonesia merupakan negara dengan penyumbang sampah plastik terbesar ke-2 di dunia, salah satu bentuk lain dari aksi bela negara yakni mengupayakan langkah dalam mengatasi masalah sampah plastik. Menurut pemaparan Doni, upaya dalam mengurangi sampah plastik setidaknya melibatkan lima elemen penting yaitu, akademisi, pebisnis, pemerintah, komunitas, dan media

Selain itu, Doni juga bercerita tentang kadar penerimaan negara pada saat ini yang dinilai belum maksimal. Oleh karenanya, ada Sembilan peluang perdagangan yang dilakukan agar penerimaan negara di bidang perdagangan meningkat yaitu, karet, kayu, esensial/parfume, buah-buahan, potensi peternakan, perikanan, kelautan, kopi, dan, kakao.

Diakhir pemberian kuliah umum, Doni memberi nasehat untuk peserta seminar sore itu.

“Pendidikan adalah senjata yang paling ampuh untuk mengubah dunia,” kutip Doni yang diambil dari kutipan Nelson Mandela, mengingat isi pesan kuliah umum yang disampaikannya kepada mahasiswa selaku salah satu elemen dalam dunia pendidikan. []

Editor: Maisyarah Rita