Beranda Lensa Menilik Proses Pembuatan Kapal Nelayan di Gampong Lampulo

[Lensa] Menilik Proses Pembuatan Kapal Nelayan di Gampong Lampulo

BERBAGI

Febby Andriyani | DETaK

Banda Aceh-Lampulo adalah sebuah kelurahan di wilayah Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Gampong dengan luas wilayah sekitar 154,5 Ha ini mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan. Jika kita berkunjung ke sana atau sekedar melewatinya akan terlihat deretan kapal nelayan berjajar rapi. Tak terkecuali kapal-kapal yang tampak masih berbentuk kerangka yang berusaha disusun dan disatukan menjadi sebuah kapal yang rampung.

Azhar dan Waas yang berusia sekitar 50 tahun telah membuat kapal seusai terjadinya tragedi tsunami tahun 2004. Di usia mereka yang kini tidak muda lagi, mereka tetap menekuni bidang ini untuk menghidupi keluarganya di rumah.

IKLAN
loading...


Pembuatan satu buah kapal kayu besar bisa menghabiskan waktu sekitar 1 tahun 6 bulan dengan membutuhkan sebanyak ±50 kubik kayu. Bahan baku yang digunakan adalah Kayee Bak Mane (Kayu Laban) dan Kayu Meranti yang berasal dari hutan lokal di kawasan Lamno, Aceh Jaya.

Berikut adalah foto story terkait pembuatan kapal di Gampong Lampulo pada Sabtu, 20 Maret 2020 yang diabadikan oleh wartawan DETaK.

Editor: Della Novia Sandra

BERBAGI