Beranda Artikel Perbedaan Jenis Vaksin yang Beredar di Indonesia

Perbedaan Jenis Vaksin yang Beredar di Indonesia

BERBAGI
Ilustrasi. (Badriatul Istiqamah/DETaK)

Artikel | DETaK

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan RI No.HK.01.07/MENKES/2020, Kementerian Kesehatan menetapkan enam jenis vaksin COVID-19 yang dapat digunakan dalam pelaksanaan vaksinasi di Indonesia yang diproduksi oleh:

  1. PT. Bio-Farma
  2. AstraZeneca
  3. Sinopharm
  4. Moderna
  5. Pfizer Inc. dan Bio-tech
  6. Sinovac Biotech Ltd.

Dilansir dari Alodokter dan medcom.id, keenam vaksin tersebut memiliki cara kerja berbeda dengan bahan dasar yang berbeda, berikut penjelasannya.

1. Sinovac dan Sinopharm

Vaksin asal Cina ini keduanya menggunakan bahan dasar berupa virus yang telah dimatikan (inactivated virus). Virus yang telah dimatikan tersebut disuntikkan kepada pasien dengan harapan sistem imun tubuh akan terangsang membentuk antibodi melawan virus tersebut. Dengan dua kali suntikan dosis, efisikasi vaksin sinovac mencapai 65,3% sedangkan untuk sinopharm mencapai 79,34%

2. Astarazeneca

IKLAN
loading...


Vaksin asal Inggris ini terbuat dari virus hasil rekayasa genetika (viral vektor) atau Adenovirus vectored. Yaitu vaksin yang menggunakan virus yang lemah dan tidak menyebabkan infeksi sebagai antigen pembawa virus Covid-19 dan merangsang pembentukan antibodi terhadap virus Covid-19. Efisikasi vaksin ini sebesar 75%.

3. Moderna dan Pfizer Bion-tech

Vaksin asal Amerika Serikat ini berbahan dasar messenger-RNA (mRNA), ini bekerja dengan cara mengarahkan sel tubuh memproduksi protein yang berbentuk sama dengan seperti protein pada virus Corona. Selanjutnya, sel-sel tubuh akan menghasilkan antibodi untuk melawan protein tersebut. Antibodi inilah yang kemudian akan melindungi tubuh dari virus Corona. Efisikasi moderna mencapai 94,1%, sedangkan pfizer mencapai 95%.

4. Novavax

Vaksin Amerika Serikat yang satu ini berbahan dasar protein subunit. Protein subunit yang digunakan pada vaksin novavax adalah protein yang dibuat khusus untuk meniru protein alami pada virus Corona. Protein tersebut dapat diambil dari bagian tertentu dari virus Covid-19 yang tidak dapat menginfeksi tubuh. Setelah masuk ke dalam tubuh, protein tersebut akan memicu reaksi antibodi untuk melawan virus Corona dan mencegah infeksi. Efisikasi vaksin ini mencapai 85-89%. []

Penulis bernama Badriatul Istiqamah, ia merupakan anggota aktif di UKM Pers DETaK USK.

Editor: Indah Latifa