Beranda Headline Hak Mahasiswa Unsyiah terhadap Asuransi Mahasiswa

Hak Mahasiswa Unsyiah terhadap Asuransi Mahasiswa

BERBAGI
Sumber: dari akun instagram resmi BEM Unsyiah @bemunsyiah.2018. 05/10/18 (Cut Siti Raihan/[AM] DETaK)
loading...

Cut Siti Raihan [AM] | DETaK

Darussalam- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menginformasikan tentang Asuransi kecelakaan mahasiswa dalam sosial media resmi BEM Unsyiah pada tanggal 1 Oktober 2018. Saat dihubungi via online, Rival Perwira, selaku ketua bidang Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unsyiah mengatakan bahwa setiap mahasiswa Unsyiah memiliki Asuransi Mahasiswa. Asuransi tersebut berupa asuransi kecelakaan lalu lintas dan asuransi kecelakaan kerja.

“Pada saat mahasiswa mendaftar ulang di Unsyiah, terdapat dana kelembagaan yang berjumlah Rp 20.000 per mahasiswa, dana kesehatan di Rumah Sakit Prince Nayef berjumlah Rp 10.000. Maka, dari dana tersebut mahasiswa mendapatkan asuransi kecelakaan,” tutur Rival.

IKLAN
loading...


Asuransi mahasiswa Unsyiah, tidak serta-merta dapat diberikan apabila tidak terpenuhinya syarat-syarat pengklaiman. “BEM Unsyiah hanya sebagai fasilitator saja. Setiap kecelakaan yang masuk ke Rumah Sakit Prince Nayef, maka akan langsung terklaim karena sudah memiliki berkas-berkas yang diperlukan. Untuk yang mengalami kecelakaan di luar wilayah Universitas, maka harus melengkapi syarat-syarat pengklaiman. Seperti: Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), fotocopy KTM, fotocopy KTP, fotocopy SIM, mengisi formulir dari asuransi, Surat Keterangan dokter, dan harus ada slip pembayaran pengobatan,” jelas Rival.

Rival juga menambahkan, bahwasanya sampai saat ini belum bisa diterapkan double klaim. Apabila mahasiswa ketika melakukan pengobatan sudah menggunakan kartu kesehatan sendiri, maka tidak dapat melakukan pengklaiman terhadap asuransi mahasiswa.

Kendati demikian, masih terdapat mahasiswa yang belum mengetahui bahwa Unsyiah memiliki Asuransi Mahasiswa. Nurul, mahasiswa Unsyiah angkatan 2017 mengatakan bahwa, dirinya tidak tahu-menahu mengenai Asuransi Mahasiswa ini. Ketika dirinya mengalami kecelakaan lalu lintas, Nurul memakai kartu kesehatan yang berupa Askes miliknya, bukan Asuransi Mahasiswa.

“Saya tidak mengetahui bahwasanya Unsyiah memilki Asuransi kecelakaan mahasiswa. Sehingga ketika saya mengalami kecelakaan, saya menggunakan Askes untuk membayar pengobatan” ungkapnya.[]

Editor: Novita Sary Saputri