Beranda Opini Innalillahi, Demokrasi telah Mati?

Innalillahi, Demokrasi telah Mati?

BERBAGI
(Dok. Pribadi)
loading...

Opini | DETaK

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Pemilihan Raya (Pemira) sedang berlangsung di kampus jantung hati rakyat Aceh. Dinamika politik terjadi di setiap fakultas dalam lingkungan universitas tercinta.

Seluruh pihak saling mengeluarkan kemampuan demi memenangkan calon andalan yang di harapkan dapat memimpin komando pergerakan mahasiswa menuju marwah kampus jantung hati rakyat Aceh yang berkelas.

Sayangnya di tengah keasikan dalam melatih kemampuan dalam berdinamika di kampus, masih ada saja oknum-oknum yang ingin mencoreng nilai-nilai demokrasi di kampus tercinta.

IKLAN
loading...


Obsesi dalam memperjuangkan kepentingan harga diri kelompok, memainkan ritme politik identitas, hingga nilai-nilai nepotisme yang sudah ditebarkan kepada mahasiswa-mahasiswi angkatan baru kerap menjadi peluru.

Jika dalam berdinamika di masa kuliah saja sudah menggunakan iming-iming (kalau pilih A nanti dikasih hadiah), bagaimana mungkin demokrasi di negara ini akan meningkat di masa yang akan datang?

Semoga Pemira tahun 2021 ini dapat berlangsung damai dan menjadi ladang pembelajaran bagi mahasiswa yang ingin melatih kemampuannya dalam berdinamika, bukan sebagai ladang untuk menyalurkan obsesi suatu identitas dengan tidak memperhatikan golongan lainnya.

Penulis adalah Fawzy Daulay, Ketua Umum Forum Komunikasi Aneuk Hukoem (ForKAH) Fakultas Hukum, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Indah Latifa