Beranda Feature Kenangan Bersama sang Guru: Jas Kuning Warisan Bukhari Daud

Kenangan Bersama sang Guru: Jas Kuning Warisan Bukhari Daud

BERBAGI
(Dok. Wanhar Lingga)

Feature | DETaK

Terkejut mendengar informasi beredar di berbagai grup WhatsApp dan pemberitaan di media sosial tentang meninggalnya dosen terbaik dan terfavorit jurusan Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Syiah Kuala (USK), Bukhari Daud.

Almarhum adalah seorang pemimpin yang sangat taat, mantan Bupati Aceh Besar ini juga menjadi dosen di USK. Selain itu, beliau juga dikenal sebagai teungku (ulama), kerap mengisi ceramah dari masjid ke masjid.

IKLAN
loading...


Kami juga sudah pernah berencana membuat kegiatan di Aceh Singkil untuk mengisi ceramah di bulan Ramadhan, namun takdir berkata lain, Allah telah lebih dulu memanggil beliau.

Almarhum adalah dosen pembimbing saya. Selain bimbingan skripsi di kampus, biasanya kami selalu bimbingan hari Jumat setelah beliau selesai mengisi khotbah di masjid.

“Wanhar, hari ini bapak jadi khatib di masjid ini. Alamatnya di sini,” kata beliau satu hari. “Bawa skripsi, selesai salat Jumat kita bimbingan”.

Tradisi ini terus kami lakukan selama bimbingan skripsi. Bahkan, usai salat Jumat beliau selalu menjamu saya di rumah makan. Selesai makan siang, kemudian kami diskusi tentang skripsi. Beliau jugalah yang selalu memotivasi saya untuk cepat menyelesaikan kuliah.

Sukses bimbingan skripsi selama 3 bulan, saat saya sidang skripsi, almarhum sebagai pembimbing membuka acara sidang skripsi.

“Selamat datang calon pemimpin Aceh Singkil,” sambutnya. “Bapak, ibu, dosen penguji semua, yang di depan kita hari ini adalah calon bupati Aceh Singkil ke depan.”

Itulah doa yang selalu beliau sampaikan kepada saya….

Hal yang paling berkesan dari perjalanan saya dengan almahrum adalah ketika sidang skripsi selesai dan saya dinyatakan lulus, saat itu juga beliau melepas jas kuning yang dipakainya dan menyerahkan langsung kepada saya.

“Wanhar, jas ini bapak serahkan kepada kamu. Ini adalah jas saya ketika menjabat sebagai bupati. Saya ingin melihat suatu saat kamu memakai jas ini di Aceh Singkil dengan kedudukan yang sama,” ujarnya penuh harap.

Selamat jalan Pak Bupati….
Selamat jalan Kandaku….
Selamat jalan Teungku Bukhari, akademisi religius nan taat.[]

Penulis adalah Wanhar Lingga, alumni Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Teuku Muhammad Ridha