Beranda Headline Sejumlah Mahasiswa Lebih Pilih Daring saat Jatah Kuliah Luring, Begini Tanggapan Dosen...

Sejumlah Mahasiswa Lebih Pilih Daring saat Jatah Kuliah Luring, Begini Tanggapan Dosen Pengajar

BERBAGI
Dosen Mata Kuliah Umum ketika diwawancarai. 31/03/2021. (Uswah Zilhaya | DETaK)
loading...

Uswah Zilhaya | DETaK

Darussalam- Berdasarkan Surat Edaran (SE) Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Nomor B/6108/UNL/PK.00.03/2020 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Akademik 2020/2021 dan hasil rapat Ketua UPT (Unit Pelayanan Terpadu) MKU (Mata Kulaih Umum) dengan Koordinator MKU UPT-MKU disampaikan bahwa perkuliahan semester genap dilaksanakan secara hybrid (sebagian luring dan sebagian daring) bagi mahasiswa angkatan 2020 dan 2019.

Pelaksanaan kebijakan ini mengikut kepada nomor urut absen mahasiswa dengan perbandingan 50:50 dari jumlah mahasiswa di kelas bersangkutan. Namun, pelaksanaannya tidak berjalan dengan baik dikarenakan banyaknya mahasiswa yang memilih daring ketika seharusnya masuk kuliah secara tatap muka.

Murniana, seorang Dosen MKU Pendidikan Agama Islam mengungkapkan bahwa ia pernah hanya mengajar tiga orang mahasiswa dalam kelas tatap muka karena mahasiswanya lebih memilih belajar daring tanpa konfirmasi.

“Saya mengajar mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan juga Seni Drama Tari dan Musik (Sendratasik). Mereka memang lebih banyak memilih daring, bahkan saya sempat hanya mengajar tiga orang mahasiswa, ya mungkin karena hujan juga. Kalau kurang sehat, ya, silakan pilih daring. Tapi sebelumnya saya sudah mengatakan untuk menginformasikannya,” ungkapnya saat diwawancarai pada Rabu, 31 Maret 2021.

“Emang tidak semua mahasiswa yang mengonfirmasi dulu, tapi kita harus menerima karena situasi dan kondisi, kita harus tetap mengajar, dan link daringnya harus tetap kita fasilitasi. Kalau jatahnya luring dan memilih daring tanpa konfirmasi, berarti kita anggap dia tidak hadir, kecuali dengan konfirmasi alasan kesehatan atau sebagainya,” ujar Ali Hasbi, Dosen MKU Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD).

Pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) MKU juga tidak memberikan sangsi atau tindakan tegas bagi mahasiswa-mahasiswa yang memilih kuliah daring di jatah luring tanpa adanya konfirmasi ke dosen pengajar.

“Tidak ada sangsi yang berjalan. Ya, karena adanya fasilitas diberikan peluang untuk ikut daring,” lanjut Ali Hasbi.[]

Editor: Indah Latifa