Beranda Headline Parkir Liar, WD III FMIPA: Parkir Motor Harap Lebih Toleransi dengan Kondisi

Parkir Liar, WD III FMIPA: Parkir Motor Harap Lebih Toleransi dengan Kondisi

BERBAGI
Kondisi area parkir di depan Laboratorium Dasar FMIPA. 23/10/18 (Nada Ariqah [AM]/ DETaK)
loading...

Nada Ariqah [AM] | DETaK

Darussalam– Banyaknya jumlah kendaraan bermotor di sekitar lingkungan kampus dan Laboratorium Dasar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) berdampak pada munculnya parkiran liar yang kurang teratur.

Naurah, salah satu mahasiswi FMIPA mengatakan agak sedikit sulit dan terganggu untuk akses keluar masuk kendaraan di area Laboratorium Dasar FMIPA, ia juga mengatakan bahwa ketidakteraturan posisi kendaraan juga menyebabkan resiko terjadinya kecelakaan.

IKLAN
loading...


“Kalau di area fakultas sendiri sih memang gak terlalu bermasalah, udah teratur karena ada tempat khusus. Meskipun di luar area parkirnya agak sedikit semrawutan karena banyak juga mahasiswa yang parkir di sana. Tapi kalau di daerah laboratorium dasar, itu memang sering sekali susah keluarnya,” ungkap Naurah.

Naurah juga menerangkan bahwa beberapa kali terjadi kecelakan dikarenakan pandangan pengendara yang terhalang oleh beberapa mobil yang parkir di bahu jalan.

“Bahkan sering hampir terjadi tabrakan sama mobil atau kereta yang juga lagi jalan. Karena yang baru keluar dari labdas pandangannya terhalang dengan beberapa mobil yang parkir di bahu jalan, atau juga temenku pernah tersenggol dan jatuh juga, karena banyaknya kendaraan disana, ” jelasnya.

Mahasiswa yang tampak kesusahan keluar dari area parkir FMIPA. 23/10/18 (Nada Ariqah [AM]/ DETaK)

Jessica, salah seorang mahasiswa lain yang kami jumpai di lingkungan FMIPA juga menyayangkan kondisi seperti ini, dan lebih menyarankan agar setiap orang yang berada dalam lingkungan kampus bisa memperhatikan rambu-rambu dan tempat yang sesuai agar tidak bermunculan tempat parkir yang tidak beraturan.

“Saya jadi serba sulit sih, kasihan lihatnya, harusnya setiap orang yang mau parkir kendaraan lihat situasi dan keadaan. Karena pernah diingatkan juga oleh pihak laboratorium agar memarkirkan dengan rapi, tapi ya masih banyak juga yang gak melakukan. Saran saya ke pihak kampus juga, agar kedepannya ada diberi rambu atau tanda pembatas, biar lebih jelas,” tutur Jessica.

Terkait dengan kondisi ini, Wakil Dekan III FMIPA, Ilham Maulana mengatakan, pihak fakultas sendiri telah membuat beberapa toleransi terhadap parkir yang kurang tertib ini. Dikarenakan terbatas lahan di area fakultas berhubungan dengan pembangunan gedung baru.

“Memang bisa dilihat, akhir-akhir ini kondisinya agak kacau-balau, tapi memang dalam kondisi ini, ada banyak sekali toleransi yang kita buat, karena memang sementara ini banyak sekali lahan kita yang tidak bisa digunakan karena berhubungan dengan pembangunan gedung baru,” ungkapnya saat ditemui tim DETaK pada Selasa, 23 oktober 2018.

Kondisi seperti ini menurutnya telah dipikirkan sejak awal, dan untuk mengantisipasi terjadinya parkir yang tidak tertib pihak fakultas telah menjadikan lahan yang sebelumnya bukan lahan parkir, menjadi lahan parkir sementara.

“Jadi kondisi seperti ini sudah dipikirkan sejak awal, dan pihak fakultas telah memberi solusi salah satunya dengan menjadikan beberapa lahan yang bukan tempat parkir menjadi tempat parkir. Namun ternyata tidak cukup, karena jumlah mobil dan motor yang semakin hari semakin banyak. Sehingga, petugas parkir yang diarahkan untuk menjaga area parkir juga agak susah untuk mencari lahan. Jadi kondisinya itu bukan parkir sembarangan, tetapi tempatnya yang sementara belum ada,” jelas Ilham.

Ilham Maulana selaku WD III juga menyarankan untuk seluruh pihak di fakultas agar bisa lebih toleransi antar satu sama lain dalam menjaga ketertiban area parkir.

“Karena di sini kondisinya semua orang juga kesusahan, baik mahasiwa, dosen maupun petugas agak kesusahan dalam masalah parkir ini. Saran saya adalah, jangan tendensius, dan sama-sama toleransi antar satu sama lain. Karena,  kalau bisa dilihat dimanapun kita parkir kita harus memikirkan bagaimana jalan orang lain masuk dan keluar. Siapapun dia, baik dosen ataupun mahasiswa,” tutupnya.[]

Editor : Missanur Refasesa