Beranda Artikel Peran Instagram dalam Meningkatkan Personal Branding

Peran Instagram dalam Meningkatkan Personal Branding

BERBAGI
Ilustrasi (Rihhadatul Aimi [AM] | DETaK)
loading...

Artikel | DETaK

Perkembangan teknologi informasi komunikasi terus berkembang hingga saat ini.  Di era globalisasi saat ini hampir semua orang menggunakan media sosial. Media sosial adalah media online yang mendukung interaksi sosial dan media sosial menggunakan teknologi berbasis web yang mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif.

Perkembangan internet yang begitu pesat, begitu mudahnya pengguna dapat mengakses media sosial yang dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja.  Dengan menggunakan smartphone pengguna dengan mudah mengakses akunnya.

IKLAN
loading...


Perkembangan teknologi yang tidak terlepas dari penggunaan internet turut serta membawa perubahan dalam pola komunikasi masyarakat. Hadirnya media online memungkinkan setiap individu untuk dapat berbagi pesan ke semua orang.

Internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi setiap orang karena berfungsi sebagai alat untuk mempermudah manusia dalam berkomunikasi. Hal ini terbukti dari  jumlah pengguna internet yang juga semakin tinggi di Indonesia setiap tahunnya.

Kehadiran jejaring sosial atau sering disebut media sosial merupakan media yang digunakan untuk mempublikasikan konten seperti profil, aktivitas, atau bahkan pendapat pengguna juga sebagai media yang memberikan ruang bagi komunikasi dan interaksi dalam jejaring sosial di ruang online.

Salah satu media sosial yang  banyak diminati saat ini adalah instagram. Instagram merupakan media sosial yang lebih fokus pada foto dan video. Foto dan video yang berdurasi pendek, berbeda dengan media sosial lainnya, yang menampilkan perkataan atau kicauan, hal ini menjadi daya tarik bagi pengguna instagram

Melalui media sosial instagram, seseorang dapat dengan bebas menunjukkan siapa dirinya, apa saja yang ia lakukan, bagaimana kehidupannya, dan sebagainya dengan tujuan untuk diketahui oleh orang lain secara luas. Maraknya instagram yang digunakan sebagai media branding menjadikannya sebagai fenomena baru dimana pengguna media sosial instagram dapat memanfaatkannya sebagai sarana memperkenalkan keunggulan dan keunikan masing-masing.

Pemanfaatan teknologi informasi jika dimanfaatkan dengan baik, maka akan berdampak besar bagi pengguna teknologi tersebut. Misalnya saja personal branding. Saat ini pemanfaatan media sosial bukan hanya untuk berlomba-lomba pamer kekayaan, buat instastory atau status yang meresahkan atau sekadar pencitraan, tetapi kaum milenial saat ini cenderung upgrade diri melalui personal branding.

Pengguna instagram berlomba-lomba meningkatkan jumlah pengikutnya, disinilah kemampuan seorang pengguna instagram dalam mengkomunikasikan tentang  dirinya melalui instagram sehingga dapat menarik perhatian pengguna lainnya lalu meningkatkan jumlah pengikutnnya.

Branding adalah sebuah proses strategis. Tujuannya adalah menawarkan sesuatu yang lebih untuk dapat sukses dalam lingkungan yang terus berubah dan penuh tantangan. Pengguna instagram perlu menampilkan image yang baik agar profilnya dinilai positif dan disukai sehingga akun media sosialnya banyak diikuti dan dijadikan panutan.

Istilah personal branding sudah tidak asing lagi di era serba digital saat ini, beberapa platform media sosial memanfaatkannya untuk personal branding. Personal branding menjadi hal yang penting dalam kehidupan kita saat ini.

Timbul sebuah pertanyaan, “Apa itu personal branding?” dikutip dari https://www.herworld.co.id/ personal branding adalah sebuah cara memasarkan diri atau image kita secara individu. Lebih dari itu personal branding merupakan  persepsi orang lain terhadap diri kita. Brand ini akan melekat dengan diri sendiri, karena setiap kita tentu punya kekurangan dan kelebihan tergantung dari kita untuk mengatur dan mengeksplor kemampuan kita.

Sebagian orang beranggapan personal branding sama dengan pencitraan, pada dasarnya itu jauh berbeda. Apa beda personal branding dengan pencitraan? Personal branding memasarkan diri lewat citra yang positif dan memberi nilai tambah pada produk atau atau jasa yang akan kita berikan, berbeda halnya dengan pencitraan.  Pencitraan terkadang apa yang dilakukan tidak sesuai dengan apa yang dibicarakan, hanya bersifat sementara bahkan seringkali tidak sesuai dengan karakter asli.

Personal branding itu harus konsisten. Pencitraan bukan hal yang negatif asalkan yang diciptakan adalah sesuatu kejujuran. Personal branding harus sesuai dengan work the talk (apa yang dikatakan sesuai dengan perbuatan)

Personal branding itu penting bukan hanya untuk nge-top, tetapi kita semua perlu brand. Kita harus bisa menghasilkan personal brand yang positif dan kuat, semakin positif maka kita akan semakin mudah dikenal orang.

Banyak kaum milenial yang memanfaatkan media sosial terutama instagram untuk personal branding, akun  @victoriawong68 memanfaatkan akunnya untuk berbagi tips konten marketing untuk pebisnis dan creator, postingan yang berjumlah 220 itu  menampilkan personal brand, bahwa ia selaku creator digital siap membagikan konten tips marketing bagi pebisnis. Personal branding juga harus mampu men-diffrence, maksudnya harus berbeda dengan orang lain, berbeda dengan siapa pun. Misalnya kita mempunyai kemampuan menulis maka kita harus mengembangkan citra di mata orang lain bahwa kita mampu menulis. Personal branding harus ada karakternya dan itu harus dikelola dengan baik dan konsisten.

Penulis bernama Mizwa Anggraeni, seorang mahasiswa UIN Imam Bonjol Padang.

Editor: Della Novia Sandra