Beranda Headline Pengadaan Almamater Tidak Jelas, Ini Jawaban DPM Unsyiah

Pengadaan Almamater Tidak Jelas, Ini Jawaban DPM Unsyiah

BERBAGI
Postingan DPM Unsyiah mengenai kejelasan pengadaan alamamater 2013. (Sumber:http/www.facebook.com/dpm.unsyiah.9?fref=ts).

Riyanti Herlita [AM] | DETaK

Postingan  DPM Unsyiah mengenai kejelasan pengadaan alamamater 2013. (Sumber:http/www.facebook.com/dpm.unsyiah.9?fref=ts).
Postingan DPM Unsyiah mengenai kejelasan pengadaan alamamater 2013. (Sumber:http/www.facebook.com/dpm.unsyiah.9?fref=ts).

Darussalam – Hingga saat ini mahasiswa angkatan 2013 masih banyak yang belum menerima almamater. Meminjampun jadi alternatif yang dilakukan mahasiswa.

Terkait dengan itu, beredar status di media sosial (Facebook) dari Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unsyiah, tertanggal 13 Mei 2014, menjawab masalah pengadaan almamater angkatan 2013 yang sudah mendapatkan alokasi dana dari rektorat. “Almamater saat ini sedang dalam proses pembuatan,” terang ketua DPM Unsyiah, Mahfud kepada detak-unsyiah.com via  seluler, Jum’at, 26 September 2014.

IKLAN
loading...


“Kami dari pihak DPM Unsyiah komisi A, terus melakukan follow up ke pihak rektorat terkait pembuatan  almamater yang  sudah memakan waktu yang lama,” jelas Mahfud.

Dikatakan Mahfud, pengadaan almamater, tidak ada pengutipan dana, dikarenakan pengadaan almamater ini merupakan tahap awal percobaan Uang Kuliah Tunggal Berkeadilan (UKTB) yang baru dimulai, sehingga tidak tertutup kemungkinan banyak hal-hal yang terlupakan dari pihak rektorat dimasa UKTB yang dianggap lahir prematur ini.

“Sempat diwacanakan dari pihak birokrat untuk angkatan 2013 ingin melakukan pengutipan iuran. Tapi, kami kurang setuju sehingga DPM berinisiatif untuk mengakomodasi seluruh komting angkatan 2013 membicarakan permasalahan ini. Dan keputusan dari pertemuan tersebut, untuk semua komting setuju untuk tidak dilakukannya pengutipan kembali uang almamater 2013,” jelas Mahfud.

Lebih lanjut Mahfud kembali menindaklanjuti hasil dari pertemuan seluruh komting angkatan tersebut ke pihak birokrasi Unsyiah.

“Akhirnya biro menginformasikan untuk almamater 2013 sudah mempunyai alokasi dana dari operasional Unsyiah, jelasnya kami juga kurang mengerti terkait asal dananya, yang pasti dana sudah ada,” ujarnya.

Informasi terakhir yang diperoleh Mahfud dari pihak birokrat, untuk almamater 2013 yang sudah selesai cetak adalah 2.000-an almamater.

“Sedangkan banyak mahasiswa 2013 mencapai 6.000-an, untuk mengantisipasi cemburu sosial, pihak birokrat sedang menunda dulu pendistribusian untuk almamater tersebut, dan ditargetkan secepatnya akan dibagikan,” lanjutnya.

Hal ini permasalahan yang rumit. Nina, mahasiswi Kelautan, saat mengikuti seminar harus meminjam alamamater. “Selama belum ada punya sendiri, kalo ada kegiatan-kegiatan, ya kami biasanya minjem-minjem sama kakak leting dulu. Untung-untungan juga dapetnya, kebetulan kalau sedang ga pake.” Jelasnya. Bagaimana dengan mahasiswa yang lain?

Editor: Riska Iwantoni