Beranda Artikel Marie Curie, Perempuan Pertama Peraih Nobel

Marie Curie, Perempuan Pertama Peraih Nobel

BERBAGI
(Sumber: Ist)
loading...

Artikel | DETaK

Marie Curie adalah ilmuan perempuan pertama yang menerima hadiah Nobel pada bidang Fisika dan bidang Kimia. Marie Curie lahir di Warsawa, Poladia pada 6 November 1867. Ayahnya Wladyslaw Sklodowski merupakan seorang guru ilmu alam sekolah menengah. Nama asli dari Marie adalah Maria Salomea Sk?odowska, ia lebih dikenal dengan nama Marie Curie setelah menikah dengan ilmuwan Prancis Pierre Curie. Keluarga Marie mengalami masalah keuangan, mereka berinisiatif untuk menyewakan beberapa kamar di rumah mereka kepada para pelajar.

Marie memiliki keinginan berangkat ke Prancis untuk belajar ilmu pengetahuan alam. Namun, dia mengurungkan niatnya itu untuk sementara karena ingin membantu keuangan kakaknya, Bronia, yang ingin sekolah kedokteran di Paris. Saat itu ia bekerja sebagai pengasuh anak untuk membantu keuangan keluarganya, setelah keuangaan keluarganya membaik barulah ia pergi ke Prancis untuk menimba ilmu.

IKLAN
loading...


Sejak masih kecil, Marie merupakan anak yang cerdas. Ia juga berasal dari keluarga yang menyukai ilmu pengetahuan. Saat berkuliah di Universitas Sorbone Prancis, Marie merupakan mahasiswi yang memiliki kecerdasan yang tinggi, ia bahkan menghabiskan waktunya dengan belajar. Namun, dengan keterbatasan ekonomi, Marie bertahan hidup dengan roti mentega dan teh, sehingga kesehatannya terganggu karena pola makan yang buruk. Marie menyelesaikan gelar masternya di bidang Fisika pada tahun 1893 dan memperoleh gelar lain di bidang Matematika pada tahun berikutnya.

Bersama suaminya, Pierre Curie, Marie melakukan penelitian di bidang Kimia radioaktif. Pada tahun 1898, Marrie dan Pierre Curie berhasil menemukan polonium yang namanya diambil dari nama negara Polandia, tempat kelahiran Marie. Penelitian di bidang radioaktif ini terinspirasi dari penemuan radioaktif oleh Henri Becquerel pada tahun 1896.

Penemuan unsur radioaktif tiga ilmuwan ini mengantarkan mereka menerima penghargaan Nobel Fisika pada tahun 1903, dan Marie Curie menjadi wanita pertama yang meraih nobel. Tidak berhenti di sini, pada tahun 1911, Nobel kedua diterima Marie untuk bidang Kimia, Nobel kimia ini diterima Marie Curie atas keberhasilannya mengisolasi radium.

Marie juga merupakan ilmuwan yang mengembangkan sinar-X untuk dunia kesehatan. Bukan hanya itu, ia juga berkontribusi besar bagi perawatan dan pengobatan kanker.

Pada tanggal 4 Juli 1934 di Haute Savoie, Marie mengembuskan napas terakhirnya karena mengindap aplastic anemia karena terpapar radioaktif.[]

Penulis bernama Tasha Mumtazah, salah satu anggota magang di UKM Pers DETaK. Ia juga merupakan mahasiswa jurusan Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala.

Editor: Indah Latifa