Beranda Artikel Fitoplankton, Sumber Oksigen Terbesar di Bumi

Fitoplankton, Sumber Oksigen Terbesar di Bumi

BERBAGI
loading...

Tasha Mumtazah [AM] | DETaK

Masih banyak orang yang mengira bahwa pohon adalah sumber oksigen terbesar.  Tapi faktanya samudra lah penyumbang terbesar sumber kehidupan kita, lebih tepatnya fitoplankton. Fitoplankton merupakan jenis plankton yang berasal dari sisa-sisa tumbuhan, seperti alga. Karena berasal dari tumbuhan inilah, menyebabkan fitoplankton juga dapat melakukan fotosintesis.

Menyerap karbondioksida dan mengubahnya menjadi oksigen, sama seperti tumbuh-tumbuhan. Selain menjadi penyumbang oksigen terbesar di atmosfer, fitoplankton juga memegang peran penting dalam ekosistem laut. Fitoplankton memiliki fungsi ekologis sebagai produsen primer dalam rantai makanan sehingga dapat dijadikan tolak ukur kesuburan suatu perairan.

IKLAN
loading...


Organisme ini hidup di bagian atas samudra dan ukurannya sangat kecil. Ukuran yang paling umum berkisar antara 2 – 200 µm (1 µm = 0,001 mm), sehingga membutuhkan alat khusus untuk dapat melihatnya. Dalam proses menghasilkan oksigen fitoplankton membutuhkan cahaya matahari dan nutrisi dari dalam laut, hal itu menyebabkan fitoplankton hanya beraktivitas pada siang hari. Oksigen yang dihasilkan oleh plankton berupa gelembung-gelembung oksigen yang terdapat di dalam laut, dimana nantinya oksigen tersebut akan terlepas ke udara dan dapat kita nikmati sekarang ini.

Menurut peneliti, fitoplankton dapat menghasilkan oksigen kira-kira 50% sampai 80%. Karena seperti yang kita ketahui, bumi disusun oleh 75% air, maka dari itu jumlah plankton juga sangat banyak. Sedangkan pohon hanya menghasilkan 20% Oksigen.

Jumlah fitoplankton ditentukan oleh sinar matahari dan nutrisi atau makanan yang ada di laut. Semakin banyak nutrisi dan sinar matahari, maka semakin cepat fitoplankton berkembang biak. Peningkatan suhu air yang disebabkan oleh pemanasan global juga dapat berpengaruh terhadap proses produksi oksigen. Hal ini sangat berdampak kepada kepunahan dari fitoplankton dan persediaan oksigen bumi di masa depan. []

Editor : Sri Elmanita S.

BERBAGI