Beranda Headline UKM Pers DETaK Unsyiah Adakan Workshop Jurnalisme Lingkungan

UKM Pers DETaK Unsyiah Adakan Workshop Jurnalisme Lingkungan

BERBAGI
Akhyari Hananto, Koordinator Sosial Media Mongabay, sedang menjelaskan tentang laju perkembangan Media

Riska Iwantoni | DETaK

Akhyari Hananto, Koordinator Sosial Media Mongabay, sedang menjelaskan tentang laju perkembangan Media
Akhyari Hananto, Koordinator Sosial Media Mongabay, sedang menjelaskan tentang laju perkembangan Media. (Murti Ali Lingga/DETaK)

Banda Aceh – Unit  Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pers DETaK Unsyiah, adakan workshop jurnalisme lingkungan, yang berlangsung di ruang seminar Gedung Gelanggang Mahasiswa Prof.A.Madjid Ibrahim, Sabtu, 30 Agustus 2013.

Acara ini terselenggara atas kerjasama Green Radio dan Mongabay Indonesia. Peserta yang mengikuti workshop ini adalah mahasiswa, yang berasal dari Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Unsyiah, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM), Sobat Bumi, Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI), dan juga Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah.

IKLAN
loading...


Dalam workshop yang bertajuk  “setapak goes to campus” ini, menghadirkan  Chik Rini dari Koordinator Mongabay Indonesia, Akhyari Hananto, Koordinator Sosial Media Mongabay, dan Chaideer Mahyuddin, Fotografer Agence France-Presse (AFP), sebagai pemateri.

Acara ini berlangsung dari pukul 08.30 sampai jam 16.00 sore ini, peserta diberi pemahaan dan pengetahuan tentang pentingnya menulis tentang lingkungan.

Ketua panitia, Hilda Rahmazani, mengatakan tujuan dari pelatihan workshop jurnalisme lingkungan ini adalah untuk mengajak mahasiswa agar peduli terhadap isu-isu kerusakan lingkungan dan bahkan terjadi illegal logging yang  kian marak terjadi.

“Alhamdulillah, workshop jurnalisme lingkungan berjalan lancar. Kita berharap dengan adanya acara ini bermanfaat untuk peserta, dan mudah-mudahan mereka kita lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan,” sebutnya di sela-sela acara.

Selain itu, salah satu peserta workshop, Muji dari Fakultas Pertanian Universitas Jabal Ghafur (Unigha) Sigli, Aceh, mengungkapkan pentingnya menulis untuk menjaga keberlangsungan flora dan fauna, khususnya Aceh.

“Acara ini keren, di sini anak muda diajarkan bukan hanya menjepret hal-hal yang tidak perlu tapi kita diajarkan untuk membuat hal yang lebih berguna bagi kelangsungan lingkugan kita,” katanya.[]

Editor: Murti Ali Lingga