Beranda Headline Silahturahmi Tiga LPM Aceh Hasilkan Beberapa Gagasan

Silahturahmi Tiga LPM Aceh Hasilkan Beberapa Gagasan

BERBAGI

M Fajarli Iqbal | DETaK

Peserta diskusi tiga LPM Aceh. (Dok. DETaK)

Banda Aceh – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) yang berdomisili di Banda Aceh melakukan silaturahmi pada Rabu, 25 Maret 2015. Diskusi santai yang dihelat di kafe Chek Yukee ini menghasilkan beberapa ide, salah satunya adalah membentuk sebuah persatuan LPM se-Aceh.

Inisiatif membentuk persatuan ini muncul karena mengingat LPM di Aceh belum mempunyai wadah persatuan yang solid untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi. Sehingga muncullah satu ide untuk membentuk sebuah wadah persatuan agar seluruh LPM yang ada di Aceh dapat bersatu.

IKLAN
loading...


Murti Ali Lingga, salah satu peserta yang hadir dalam diskusi tersebut mengatakan, bahwa hal ini masih berupa konsep yang harus dibicarakan di forum yang lebih besar dengan mengumpulkan seluruh LPM yang ada di Aceh untuk berdiskusi lebih lanjut.

“LPM di Aceh harus bersatu dan untuk itu kita perlu wadah,” tuturnya, dalam diskusi yang dihadiri tiga LPM di Banda Aceh yaitu LPM DETaK (Unsyiah), LPM Sumber Post (UIN Ar-Raniry), LPM Lensa (Universitas Muhamadiyah).

Konsep mengenai persatuan LPM Se-Aceh ini mendapat dukungan penuh dari LPM yang hadir, salah satunya adalah pimpinan umum LPM Sumber Post UIN Ar-Raniry Zuhri Noviandi, ia mengatakan bahwa konsep ini sangat menarik dan harus terealisasi.

“Bagus, jarang-jarang ada diskusi seperti ini,” tuturnya saat diwawancarai detak-unsyiah.com.

Hal senada juga diungkapkan Rini, Pemimpin Umum (Pimum) LPM Lensa Universitas Muhamadiyah Banda Aceh. Rini mengatakan, bahwa wacana membuat sebuah persatuan seluruh LPM sangat bagus.

“Selama ini LPM di Aceh bergerak sendiri tanpa ada persatuan, jadi dengan adanya wacana seperti ini kita dapat bersatu,” ucap gadis jelita Program Studi Biologi  tersebut.

Membuat persatuan seluruh LPM yang ada di Aceh mendapat dukungan dari peserta yang hadir, sehingga nantinya diharapkan hal ini dapat terealisai dengan baik.[]

Editor: Riska Iwantoni