Beranda Headline Sengkarut TOEFL Unsyiah, Ini Jawaban Pakar

Sengkarut TOEFL Unsyiah, Ini Jawaban Pakar

BERBAGI

Riyanti Herlita | DETaK

Darussalam – “Sebenarnya Test of English as Foreign Language (TOEFL) itu bukan masalah lulus tidak lulus, namun ada instansi yang membuat patokan. Bukan berarti dia tidak lulus TOEFL jika tidak mencapai skor 475. Karena TOEFL tersebut tidak jawab apa-apa, standarnya memang sudah mendapat skor 350, jadi hanya tambahan aja 125 itu,“ kata Burhanuddin Yasin, saat di wawancarai detak-unsyiah.com Kamis, 26 Februari 2015.

Pakar bahasa Inggris, Burhanuddin Yasin yang juga merupakan ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah tersebut mendukung kebijakan rektor terhadap nilai kelulusan TOEFL 475, dengan catatan bukan sekedar tuntutan semata.

IKLAN
loading...


“Sebenarnya wajar aja 475 itu, tapi institusi harus memberikan sesuatu untuk mahasiswa, jangan nuntut aja,” tutur Burhan di ruang kerjanya.

Dalam wawancara tersebut, Burhan mengatakan sesuatu yang dimaksud adalah tawarannya yang pernah diusulkan dalam rapat umum seluruh ketua Prodi dengan Pembantu Dekan I, khusus terkait TOEFL sekitaran 3 bulan lalu.

Usulan tersebut yaitu pada jangka panjang, semua jurusan memberlakukan matakuliah pilihan TOEFL Preparation dengan non-SKS untuk mahasiswa yang sudah menempuh perkuliahan di semester 5. Sedangkan untuk jangka pendek, ia mengusulkan adanya kelas intensif terkait pelatihan khusus bagi mahasiswa yang akan melaksanakan sidang 2 bulan sebelumnya.

Namun, terkait usulan yang diajukan Burhan dalam rapat khusus tersebut, ia meminta detak-unsyiah.com untuk mengonfirmasi kembali info tersebut kepada Hasan. Alhasil, diruang kerjanya, Hasan yang juga sebagai pengajar di prodi kimia tersebut menyampaikan bahwa penentuan TOEFL dengan skor 475 yang menjadi panduan akademik tersebut masih diberikan kebijakan yang tidak tertulis, bahwa mahasiswa paling tidak harus memperoleh skor 450 saja.

Sedikit berbeda dengan tawaran Burhan sebagai solusi syarat sidang, Hasan menyampaikan untuk jangka panjang, bagi mahasiswa semester 4 (angkatan 2013 kedepan) nantinya akan dipetakan terlebih dulu dengan sosialisasi matakuliah pilihan TOEFL Preparation yang akan menjadi bagian matakuliah pilihan pada semester 5. Hasan menyampaikan matakuliah pilihan tersebut tetap terhitung SKS dan akan ada patokan nilai berdasarkan huruf, bukan berdasarkan angka.

Hasan menambahkan, bagi mahasiswa yang juga belum mencapai nilai yang ditentukan (masih dalam penyesuaian) akan diberikan kesempatan pada semester selanjutnya untuk mengambil ulang matakuliah pilihan tersebut. Jika mahasiswa tersebut juga masih belum memperoleh nilai yang ditetapkan, maka akan ada pertimbangan untuk melangsungkan sidangnya.

“Rancangan awalnya, nanti akan kita buat syarat bagi mahasiswa yang mengambil matakuliah pilihan TOEFL Preparation itu untuk bisa ikut sidang. Karena apapun intinya, mahasiswa yang sudah masuk perguruan tinggi, itu harus keluar juga. Jadi syaratnya itu, pertama, mahasiswa tersebut harus mencapai nilai minimal B atau berapa yang kita sepakatin dengan tim penyelenggara nantinya. Kedua, mahasiswa mengikuti ulang matakuliah tersebut jika belum mencapai targetnya. Tapi, ini semua akan kita kondisikan lagi nanti pasca sosialisasi yang targetnya dalam maret ini,” jelas Hasan, menjawab santai.

Disamping itu, untuk solusi dalam jangka pendek, Hasan mengungkapkan untuk saat ini pihak Unsyiah memberikan solusi agar mahasiswa yang belum memenuhi persyaratan TOEFL, diharapkan dapat mengikuti kursus singkat yang diselenggarakan oleh pusat bahasa.

“Jangka pendek itu, untuk mahasiswa yang akan wisuda bulan mei ini, ada semacam kursus singkat yang dibuat oleh lembaga bahasa yang harus diikuti mahasiswa secara mandiri. Jadi mahasiswa bisa saja datang berkelompok dengan beberapa temannya untuk minta tolong ke pusat bahasa, inilah salah satu solusinya yang diberikan oleh pihak Unsyiah untuk setiap mahasiswa yang akan sidang dan hendak pengukuhan gelar atau yudisium. Kemudian, kalau tidak salah saya itu tidak gratis, namanya juga kita minta tolong,” pungkas Hasan.[]

Editor: Riska Iwantoni

Baca juga: Polemik TOEFL Unsyiah | TOEFL Butuh Persiapan Matang | Ini Alasan TOEFL Unsyiah Tidak Berlaku di Luar Unsyiah