Beranda Headline Rektor Unsyiah Sudah Kantongi Nama-Nama Dosen Berprestasi

Rektor Unsyiah Sudah Kantongi Nama-Nama Dosen Berprestasi

BERBAGI
(foto : dok.DETaK)
(foto : dok.DETaK)

Indri Maulina [AM] | DETaK

Darussalam – Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Syamsul Rizal, M. Eng menanggapi perihal Surat Keputusan (SK) rektor mengenai dosen berprestasi. Hal tersebut disampaikan kepada detakusk.com saat ditemui di kantornya, Kamis (30/5/2013).

Menurutnya, penganugrahan dosen berprestasi ini sudah ada sebelum tahun 90-an, hanya saja sebutannya bukan dosen berprestasi melainkan dosen teladan. Namun setelah terjadinya reformasi di masa pemerintahan Soeharto pada tahun 90-an sebutan teladan diganti menjadi berprestasi, “karena “teladan” memiliki makna yang luas dan dari semua aspek masuk dalam penilaian, seperti tingkah laku, etika serta moral, jelas ini bukan merupakan hal yang subjektif,” jelasnya.

Iklan Souvenir DETaK

Lebih lanjut ia memaparkan kriteria-kriteria untuk menjadi dosen berprestasi. Diantaranya meliputi sejauh dan sebagus apa dosen tersebut mengajar, kemudian harus ada penelitian dalam tahun tersebut, selanjutnya mempublikasikan jurnal ilmiah baik nasional hingga international, pengabdiannya pada masyarakat, serta laporan bagaimana dosen melayani mahasiswanya.

SK rektor mengenai dosen berprestasi telah dikeluarkan sekitar sebulan yang lalu. Namun daftar nama-nama dosen berprestasi masih dirahasiakan dan akan dipanggil pada hari perayaan kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus mendatang. “Mereka akan diberikan reward berupa uang dan sertifikat, Kemudian di sambung dengan acara seremonialnya pada 2 September, sebulan setelahnya,” tuturnya.

Dengan adanya acara semacam ini Ia berharap bisa memicu sekaligus memacu para dosen untuk berlomba-lomba berprestasi dan berkreasi. Menghasilkan lebih banyak buku dan jurnal yang berkualitas, serta mengaplikasikan metode pengajaran yang  lebih baik. “Namun diantara itu semua, yang paling utama adalah bagaimana agar kualitas pendidikan di Indonesia lebih baik, harus bergerak dan maju, tidak statis karena dunia pendidikan bersifat dinamis dan selalu ada perubahan,” harapnya.[]