Beranda Headline Guru Besar Unesa: Kurikulum 2013 Kurang Implementasi

Guru Besar Unesa: Kurikulum 2013 Kurang Implementasi

BERBAGI

Hilda Rahmazani [AM] | DETaK

Hilda Rahmazani/DETaK
Hilda Rahmazani [AM]/DETaK

Darussalam– “Kurikulum 2013 kurang  dalam  impelementasi,” ungkap Mohammad Nur dalam kuliah umum yang dilaksanakan oleh Fakultas keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unsyiah di auditorium FKIP, Minggu, 9 Maret 2014.

Kuliah umum bertemakan model-model pembelajaran dan kaitannya dengan kurikulum 2013 tersebut, ia menyebutkan setidaknya ada dua hal yang harus ditingkatkan dalam kurikulum pendidikan Indonesia.

Iklan Souvenir DETaK

“Tuntutan untuk mengembangkan complex communication dan expert learning,” jelas Guru Besar Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tersebut.

Ia menilai, high-order thinking (kemampuan berpikir tingkat tinggi) merupakan hal utama dalam memajukan pendidikan bangsa. Implementasi high-order thinking dapat diterapkan dalam ujian nasional. “Di Ujian Nasional tidak ada soal-soal yang mengandung hipotesis tingkat tinggi,” katanya.

Terkait dengan tingkat profisiensi siswa Indonesia dalam pemecahan masalah, ia juga menyebutkan, dari enam puluh negara, Indonesia menempati posisi kedua terbawah. “Indonesia berada di bawah Thailand,” sambungnya.

Menurutnya, negara yang maju adalah negara yang pendidikannya maju, inovatif, dan berorientasi pada masa depan. Besarnya perhatian pemerintah terhadap penyediaan buku, juga menjadi faktor dalam memajukan suatu negara. “Mengapa (pendidikan) maju? Itu karena pemerintah memberikan perhatian yang besar pada buku, ” tambah dia. []

Editor : Murti Ali Lingga