Beranda Headline Pro dan Kontra Pemira, Ini Kata Mahasiswa

Pro dan Kontra Pemira, Ini Kata Mahasiswa

BERBAGI

Riza Novita | DETaK

Darussalam – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) Rabu, (5/12/2012) besok, beragam tanggapan muncul dari para mahasiswa. Adayang pro dan menilai proses pemira sudah berjalan baik, sebaliknya juga ada yang kontra serta mempertanyakan prosedur dan tahapan pemira.

Seperti yang dikatakan Nurmansyah, mahasiswa Fakultas Pertanian. Ia menganggap proses pemira sudah berjalan dengan cukup baik. “Lebih baik pemira dilanjutkan karena kasihan para calon yang sudah kampanye,” katanya,  Selasa (4/12/2012).

IKLAN
loading...


Berbeda halnya dengan Akbarul Fajri, mahasiswa Fakultas Hukum ini menolak pelaksanaan pemira 5 Desember besok. Menurutnya pemira tidak boleh dilanjutkan karena ada prosedur yang belum terlaksana.

“Gak sengaja kemarin di acara debat kandidat aku lihat ada ribut-ribut tentang boikot pemira dengan alasan mubes tidak dihadiri semua pihak, jadi mubes cacat hukum. Aku setuju  pemira diboikot kalau memang alasan tersebut benar, jika dari awal memang sudah banyak berspekulasi, berarti memang gak jelas, boikot aja!” ungkapnya.

Ia bahkan menyatakan sikap untuk tidak memilih besok. “Aku gak tertarik buat milih, toh yang memilih besok juga orang–orang yang berkepentingan. Nggak ada waktu untuk melayani kepentingan yang bukan kepentingan kampus, itu kan kepentingan organisasi orang-orang di dalamnya”, tuturnya.

Hal senada juga dikatakan Khalid Imam, mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Menurutnya sosialisasi pemira seharusnya dilakukan jauh-jauh hari dan mahasiswa benar-benar menjadi objek sosialisasi  dari pemira tersebut, bukan orang-orang yang sudah mengerti pemira dan memiliki kepentingan. “Jika memang ada pro dan kontra seharusnya panitia pemira dapat menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, jadi kami sebagai mahasiswa tidak bertanya-tanya pihak mana yang benar ,” terangnya.

Sementara Adian Putra, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik berharap pemira tahun ini berjalan bersih dan jujur, tanpa ada rasis dan provokasi. “Selama ini saya lihat antara satu calon dengan calon yang lain ada banyak provokasi, maunya sesama calon harus bersikap professional,” harapnya. []