Beranda Headline Nazamuddin: Strike the Iron When It is Hot

Nazamuddin: Strike the Iron When It is Hot

BERBAGI
Seluruh Delegasi melakukan sesi foto bersama pemateri Semnas. (Mutia Dara Authari [AM]/DETaK

Mutia Dara Authari [AM]|DETaK

Darussalam – Musyawarah Wilayah I Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Inggris Seluruh Indonesia   (Muswil I IKAMABSII) wilayah Sumatera menyuguhkan seminar nasional dengan tema “Meningkatkan Penguasaan Bahasa Asing Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)” sebagai bagian dari rangkaian acara. Seminar ini diadakan di gedung auditorium FKIP baru. Kamis, 24 Maret 2016.

Kegiatan yang dipanitiai oleh English Student Asosiation (ESA) tersebut diisi oleh pemateri Qismullah Yusuf, Associate Professor Faculty of Education and Human Development Sultan Idris Education University dan Nazzamuddin selaku Wakil Rektor IV Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Dalam acara seminar nasional itu kedua pemateri menyampaikan strategi untuk mempersiapkan diri untuk berkompetisi dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN(MEA).

IKLAN
loading...


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV, Nazamuddin menegaskan bahwa Indonesia harus siap menghadapi MEA, salah satunya adalah dengan menguasai bahasa Inggris. Sebab jika tidak, ia sangat yakin bahwa Indonesia akan terus ditindas oleh negara-negara lain.

“Kita harus melatih soft skills dan hard skills secara berbarengan dan juga harus didampingi oleh guru yang berkompeten di bidangnya sebagai upaya mempersiapkan diri menghadapi MEA. Hard skills saja tidak akan cukup, begitupula sebaliknya,” paparnya.

Ia menambahkan, MEA diibaratkan besi yang akan dibuat parang oleh pandai besi yang harus dipukul selagi masih panas. Jika tidak, maka tidak akan dapat dibentuk sedemikian rupa.

“Strike when it is hot. Pandai besi harus memukul besi untuk dibuat parang dalam keadaan panas. MEA kan juga sedang panas-panasnya, jadi harus segera ikut terlibat kalau kita mau berkembang. Kita harus mampu dan menjadikan hambatan yang dimiliki sebagai tantangan,” Kata Nazamuddin membius semangat peserta seminar.[]

Editor: Eureka Shittanadi