Beranda Headline Ketua BEM Antar Fakultas Minta Pembangunan Unsyiah tidak Terhenti

Ketua BEM Antar Fakultas Minta Pembangunan Unsyiah tidak Terhenti

BERBAGI

M. Fajarli Iqbal | DETaK

Lipsus AKreditasi
Ilustrasi: Unsyiah menuju akreditasi baru. (Masridho Rambey/DETaK)

Darussalam – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) yang sedang menjalani reakreditasi ulang sudah divisitasi oleh tim asesor BAN-PT pusat sejak 7 Mei 2015.

Hal ini pun ditanggapi beragam oleh beberapa elemen mahasiswa, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di tiap-tiap fakultas. Saat ditemui terpisah oleh tim detak-unsyiah.com, elemen mahasiswa ini pun mempunyai harapan senada, yaitu pembangunan Unsyiah yang berkelanjutan.

IKLAN
loading...


Anto selaku ketua BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik menilai pihak Unsyiah hanya melakukan pembenahan saat akan dikunjungi oleh tim asesor BAN-PT.

“Kita seperti orang yang mencari toilet saat ingin buang air besar saja, pengecetan FISIP saja baru terlihat saat Unsyiah akan dikunjungi oleh BAN-PT,” ungkap Anto saat ditemui di fakultasnya.

Hal serupa juga disampaikan ketua BEM pertanian Fakhrudin, ia mengatakan bahwa Unsyiah sudak layak mendapatkan akreditasi A namun pembangunan dari berbagai sektor juga harus terus diprioritaskan.

“Dari segi umur mungkin kita sudah layak menyandang akreditasi A namun kita harus berbenah dari berbagai sektor, khususnya dari segi fasilitas. Fakultas pertanian sendiri sudah berdiri sejak 50 tahun yang lalu tapi sampai sekarang kita belum memiliki sawah untuk belajar, saya harap dari pihak terkait menyikapi hal ini dengan bijak,” ucap Fakhrudin.

Kegigihan pihak rektorat untuk terus berbenah mendapat respon positif dari berbagai kalangan termasuk mahasiswa. Zaki ketua BEM Fakultas Kedokteran Gigi yang juga sempat ditemui, mengaku bahwa revitalisasi sarana yang dilakukan Unsyiah sudah baik namun belum sepenuhnya maksimal.

“Untuk fasilitas mungkin kita sedang berbenah dan sudah banyak perbaikan tapi jangan sampai pembangunan itu terhenti di tengah jalan seperti pembangunan gedung di samping FKEP yang rencanannya akan diperuntukkan untuk FKG, pembangunannya malah terhenti di tengah jalan,” tutur Zaki.[]

Editor: Riska Iwantoni