Beranda Headline Hanya Buka Layanan Online, UPT Perpustakaan USK Optimalkan Penggunaan Server

Hanya Buka Layanan Online, UPT Perpustakaan USK Optimalkan Penggunaan Server

BERBAGI
Tampak pintu depan masuk UPT Perpustakaan USK yang tidak menerima layanan kunjungan. 06/01/21 (Cut Siti Raihan/DETaK)
loading...

Cut Siti Raihan | DETaK

Darussalam- Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perpustakan Universitas Syiah Kuala (USK) sedang mengoptimalkan penggunaan server software terbaru. Pengoptimalan ini dilakukan karena perpustakaan masih tidak menerima layanan kunjungan mahasiswa secara langsung, sehingga dengan peningkatan server ini diharapkan mampu memudahkan pelanggan UPT Perpustakaan USK.

Kepala UPT Perpustakaan USK, Rudi Kurniawan, saat dihubungi via telepon pada Selasa, 12 Januari 2021 menjelaskan bahwa peningkatan server ini juga didasarkan atas beberapa keluhan dari mahasiswa.

IKLAN
loading...


“Jadi kan kita melakukan ganti server. Server lama itu tidak mampu lagi menangani beban kerjaan yang semakin banyak, jadi kita lakukan imigrasi ke server baru, kemudian software-nya kita update terbaru, kemudian sistem arsitekturnya kita ubah ke yang baru. Kan sering kalian, ada beberapa mahasiswa tu kan mengeluh ni ETD-nya lambat. Jadi kita ingin meningkatkan untuk layanan ya, seperti itu.” Jelasnya.

Rudi menyampaikan bahwa, walaupun proses perkuliahan semester genap akan dilakukan secara tatap muka untuk angkatan 2019 dan 2020. Namun, UPT Perpustakaan belum memiliki rencana akan membuka layanan kunjungan langsung untuk mahasiswa.

“Jadi kan, ini tanggal 4 Februari kan mulai kuliah semester genap, dan ada beberapa angkatan itu kan tatap muka ya. Jadi saya ingin jawab bahwa untuk sekarang kita belum punya rencana untuk buka kunjungan atau tanggal pasti untuk kita buka kunjungan lagi, artinya, kita buka lagi perpustakaan. Karena ada suatu surat dari pemerintah yang menyatakan tidak boleh ada keramaian. Kita harus ikut aturan tersebut sampai keadaan menyatakan ini aman, udah boleh tatap muka. Kita akan buka lagi, seperti itu,” paparnya.

Tetapi, meskipun tidak membuka layanan kunjungan langsung, UPT Perpustakaan tetap membuka layanan seperti booking book, Literature Searching Service (LSS), dan layanan bebas pustaka secara daring.

“Mungkin saya sedikit klarifikasi ditutup ini sifatnya parsial ya, maksudnya ada beberapa layanan itu tetap buka. Mungkin tau ya seperti booking book, kemudian literature searching service dan sebagainya. Dan untuk kunjungan secara fisik dari mahasiswa., karena sesuai dengan apa namanya surat dari pemerintah yang menyatakan bahwa harus diadakan pembatasan sosial untuk keramaian,” lanjutnya.

Rudi menambahkan bahwa sampai sekarang masih ada mahasiswa yang belum mengembalikan buku perpustakaan, padahal sudah mencapai tenggat waktunya.

“Ada beberapa mahasiswa yang belum mengembalikan buku dan terlambat. Itu kita selesaikan dengan cara yang humanis ya. Maksudnya, kita bisa paham lah keadaan sekarang kan kurang krusial, tapi di satu sisi kan ada mahasiswa lain yang butuh buku. Jadi kita selesaikan secara satu persatu,” pungkasnya. []

Editor: Feti Mulia Sukma