Beranda Headline Curanmor Merajalela, Mahasiswa Harus Siapkan Strategi Unik

Curanmor Merajalela, Mahasiswa Harus Siapkan Strategi Unik

BERBAGI
Ilustrasi (Sumber: Google)

Rifa Atul Humaira [AM] | DETaK

Darussalam –Maraknya aksi pencurian motor yang terjadi di kampus jantong hatee rakyat Aceh disebabkan karena kurangnya pengamanan dari pihak kampus. Kejadian ini terus terulang setiap tahunnya. Bahkan, hampir setiap minggu ada kabar kehilangan. Tidak hanya pencurian motor, namun juga barang lainnya seperti tas berisi laptop yang sering terjadi di masjid.

Ilham Maulana, Wakil Dekan III Fakultas MIPA yang dulunya menjabat sebagai kepala Humas Unsyiah mengatakan, maraknya pencurian yang terjadi saat ini kemungkinan karena hasil dari ketidakpedulian terhadap sesama. Di FMIPA sendiri dalam sepekan terakhir tercatat dua laporan kehilangan kenderaan .

IKLAN
loading...


“Sejak saya menjabat sebagai kepala Humas dahulu, ada rencana-rencana untuk membuat Unsyiah ini menjadi aman seperti membuat pagar pembatas di sekitar Unsyiah tapi itu membutuhkan waktu. Jika itu dilaksanakan mungkin akan meminimalisir tindak kejahatan yang serupa,” jelasnya saat ditemui detak-unsyiah.com Senin, 21 maret 2016.

Memang sangat sulit dalam memberantas tindak kejahatan seperti curanmor dalam waktu singkat. Tindakan preventif telah dilakukan oleh pihak kampus yang berakreditasi A ini di tempat yang rentan terjadinya pencurian. Namun, ada saja celah yang bisa di lalui oleh oknum-oknum tindak kejahatan tersebut.

“Saya pernah mengatakan kepada BEM FMIPA bahwa ada baiknya BEM juga ikut serta dalam hal melindungi motor mahasiswa dengan cara-cara yang sedikit berbeda misalnya dengan menempatkan mata-mata sebagai penjaga yang itu bersifat rahasia,” ungkapnya.

Dikatakannya, tingkat keamanan di lingkungan Unsyiah saat ini belum begitu optimal. Tenaga Satpam yang ada di Unsyiah masih kurang. Namun, salah satu hal yang harus diperhatikan oleh Satpam adalah biro karena banyak orang-orang strategis yang harus dilindungi.

“Kemarin itu sudah ada perekrutan tukang parkir baru, mereka di kontrak, ternyata tenaga kontrak yang ada di Unsyiah sudah seribuan orang, kemudian diprotes sama orang, bagaimana kalau ini ditambah lagi? kacau lagi kan,” pungkasnya.[]

Editor: Cut Meliana