Beranda Headline BEM Boikot Pemira Unsyiah 2011-2012

BEM Boikot Pemira Unsyiah 2011-2012

BERBAGI
Selembar spanduk yang berisi sikap boikot Pemira Unsyiah 2010-2012 yang dipasang di depan gedung fakultas hukum Unsyiah, Senin (18/7/2011) (DETaK/Khairul M.)
loading...
Selembar spanduk yang berisi sikap boikot Pemira Unsyiah 2010-2012 yang dipasang di depan gedung fakultas hukum Unsyiah, Senin (18/7/2011). (DETaK/Khairul M.)

Beberapa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang ada di Unsyiah menyatakan sikap untuk memboikot pelaksanaan Pemilihan Raya (Pemira) 2011-2012, Selasa (20/7/2011). Di antaranya adalah BEM fakultas hukum, BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), fakultas ekonomi dan Himpunan Mahasiswa Guru Sekolah Dasar (Himagusda).

Ketika dikonfirmasi kepada setiap ketua BEM dan HMJ masing-masing, ternyata tak semua nama-nama yang disebutkan memboikot pelaksanaan Pemira. Contohnya seperti BEM fakultas ekonomi. Menurut Rahmat Anshar selaku ketua BEM fakultas ekonomi, mereka memang berniat memboikot pemira, tapi keinginan itu akhirnya diurungkan. “Kami tidak jadi memboikot pemira karena setelah dipikir-pikir, walaupun diboikot pemira juga akan tetap dilanjutkan,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Ketua BEM fakultas hukum. Mereka tetap memboikot pemira. Ketua BEM fakultas hukum, Mirza Syahputra (ketua BEM Fakultas Hukum) mengaku sudah membuat kongres keluarga besar mahasiswa reguler untuk tidak ikut memilih di pemira kali ini. Namun, Fitriani salah satu mahasiswa Fakultas Hukum mengaku ikut dalam pemilihan tersebut. Ia juga mengatakan tidak tahu terkait masalah boikot tersebut.

loading...

Tak hanya itu, beberapa Unit Kegiatan Mahasiwa (UKM) juga terlibat dalam aksi pemboikotan tersebut. Mirza hanya menyebutkan dua UKM yang ada di fakultas hukum, yaitu UKM Seni dan UKM Olahraga. Mirza juga bertanya-tanya, mengapa pemira harus diadakan pada saat mahasiswa mengikuti semester pendek dan juga pada saat mahasiswa tidak sepenuhnya di kampus yang disebabkan oleh liburan semester. Ia juga mengatakan bahwa siapapun yang akan menjadi presiden mahasiswa selanjutnya, itu semua hanya dipilih oleh beberapa persen mahasiswa saja.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Himagusda. Mereka masih tetap pada pendiriannya, sehingga hanya 13 mahasiswa dari sekian banyak mahasiswa PGSD yang berpartisipasi dalam pemira tersebut. Sementara BEM FISIP belum memberikan konfirmai apa-apa terkait isu pemboikotan tersebut. [Lisma Linda]