Beranda Terhangat Cemilan Kupis Bawa Tim Nekad Jadi Pemenang Hult Prize 2019

Cemilan Kupis Bawa Tim Nekad Jadi Pemenang Hult Prize 2019

BERBAGI
(Dok. Panitia)
loading...

Sri Elmanita S. | DETaK

Darussalam– Sebanyak enam tim telah mencapai babak final Hult Prize 2019. Keenam tim tersebut yaitu Nekad, Naara Nucifera, Evator, Campli, Broh dan Blo.id. Tahap final ini berlangsung di Ruang Adnan Ganto Lantai 1 Perpustakaan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah),  Rabu, 11 Desember 2019.

Didy Racmadi, salah satu juri Hult Prize, juga Koordinator UPT Kewirausahaan Unsyiah serta Dosen Fakultas Pertanian, mengatakan bahwa ajang Hult Prize ini menjadi salah satu kegiatan mahasiswa dalam lingkup internasional untuk meningkatkan pengetahuan di bidang soft skill.

loading...

Hult Prize itu kegiatan mahasiswa yang bertujuan untuk memberikan pelatihan atau meningkatkan pengetahuan di bidang soft skils, terutama dalam bidang enterprenuership. Seperti membuat usaha dan produk baru. Dalam hal ini sebagai persiapan menghadapi dunia kerja nantinya. Jika tidak bisa bekerja dengan kepintaran ilmu di kuliah, bisa melalui soft skill ini,” tuturnya.

Babak final ini memutuskan Nekad menjadi pemenang dalam Hult Prize On Campus karena dianggap mampu memaparkan ide tentang Cemilan Kupis (Kulis Pisang) yang bertemakan makanan kekinian. Diproduksi dalam 3 varian rasa yaitu coklat, balado dan jagung manis. Bahan utama yang digunakan yaitu kulit pisang sebagai alternatif pengurangan limbah.

“Semua tim punya ide yang bagus tapi belum terealisasikan. Kami memilih Nekad karena idenya bagus, sudah dilaksanakan dan siap diaplikasikan menjadi suatu produk. Apalagi sudah ada yang dijual dan memiliki surat izin usaha. Bahan bakunya berupa limbah pisang yang biasanya makanan ternak, tapi sekarang menjadi makanan manusia,” lanjut Didy.

Tim Nekad yang memperoleh penilaian tertinggi, dinyatakan sebagai Juara 1 dan akan mengikuti Hult Prize ke tingkat regional pada awal tahun 2020 di Negara Asia Tenggara. Tim Nekad terdiri dari 3 orang yaitu Diana Salsabila sebagai Ketua dari Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri Angkatan 2016, Arifah Syahirah dari Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi Angkatan 2018, dan Salwa Nirwana dari Fakultas Pertanian Jurusan Agroteknologi Angkatan 2018.

“Pemanfaatan limbah selain dapat diolah kembali, juga dapat menjadi suatu cara dalam meningkatkan perekonomian masyarakat menengah ke bawah. Bukan hanya dibuang dan tidak dapat digunakan lagi. Kita ini pemuda, pemuda itu sebagai agent perubahan. Kami pemuda yang melihat suatu potensi besar yang ada di dalam produk ini. Maka kami melakukannya,” ujar Arifah salah satu anggota tim Nekad. []

Editor: Cut Siti Raihan