Beranda Headline Miskomunikasi Perubahan Buku Tabungan Sebabkan Beasiswa Bidikmisi Telat Cair

Miskomunikasi Perubahan Buku Tabungan Sebabkan Beasiswa Bidikmisi Telat Cair

BERBAGI
Mahasiswa bingung, saat biro mengimbau untuk mengganti buku tabungan secara kolektif, sebagian mahasiswa terlanjur memilih imbauan dari bank yang bersangkutan dan mengganti buku tabungan secara mandiri. (Wendi Amiria/DETaK)
loading...

Cut Siti Raihan | DETaK

Darussalam– Proses pencairan beasiswa Bidikmisi mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) angkatan 2017 belum juga terlaksana hingga saat ini. Banyak mahasiswa yang berspekulasi lambatnya proses pencairan Bidikmisi disebabkan oleh perubahan buku bank dari Mandiri konvensional menjadi Bank Mandiri Syariah. Tetapi, keterlambatan pencairan beasiswa tidak dialami oleh angkatan lain. Hal tersebut bisa saja dikarenakan sejumlah mahasiswa melakukan perubahan tanpa dikoordinir oleh pihak biro.

Saat ditanyai tanggapan mengenai lambatnya proses pencairan beasiswa Bidikmisi, ZF dan SF yang merupakan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) angkatan 2017 mengatakan hal itu mungkin dikarenakan beberapa mahasiswa yang melakukan perubahan buku secara mandiri dan langsung ke bank yang bersangkutan.

“Kalau saya sudah memindahkan buku secara mandiri, karena takut akan menghambat mahasiswa yang lain jika kelamaan,” ujar SF.

Lain halnya dengan SF, ZF yang meskipun perubahan bukunya dilakukan oleh pihak biro juga terkena imbas dari telatnya pencairan beasiswa ini.

“Saya sudah lihat pengumuman dari biro dan nama saya sudah tertera telah melakukan pemindahan buku ke Bank Mandiri syariah. Tapi saya lihat ada juga mahasiswa yang melakukan perubahan sendiri, sampai-sampai ada yang tidak valid identitasnya, mungkin karena itu kita telat cair dananya.”

Kepala Biro Kemahasiswaan Unsyiah, Mustafa saat dihubungi via WhatsApp Jumat, 25 September 2020 mengatakan penyebab beasiswa Bidikmisi telat diterima oleh mahasiswa karena miskomunikasi yang terjadi antara pihak biro dan mahasiswa. Sehingga, pemindahan buku yang seharusnya dilakukan secara kolektif oleh pihak biro dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa. Pasalnya ada pemberitahuan melalui pesan singkat yang diterima oleh mahasiswa untuk segera mengubah buku Bank Mandiri Konvensional menjadi Bank Mandiri Syariah.

Menurut Mustafa pengumuman yang dikeluarkan biro tak lagi dihiraukan karena mahasiswa sudah menerima pesan dari Bank Mandiri untuk segera menutup buku Bank Mandiri konvensional.

“Padahal sudah ada pengumuman dari pihak biro bahwa perubahan ini akan dilakukan secara kolektif kepada bank BSM. Tapi pihak mandiri juga tidak bisa disalahkan karena pesan yang masuk kepada mahasiswa itu dikirimkan secara menyeluruh kepada semua nasabah. Baik itu rekening bidikmisi atau tidak,” ujar Mustafa.

Kesalahpahaman ini menyebabkan pihak pusat juga tidak dapat segera mencairkan beasiswa Bidikmisi karena ada beberapa mahasiswa yang identitasnya keliru dan tidak jelas.

“Saat mendengar bahwa mandiri akan tutup buku, para mahasiswa dengan sendirinya mengubah rekening mereka. Padahal kita sudah wanti-wanti anak bidikmisi itu jangan dikenakan biaya untuk membuka rekening, makanya pihak biro yang akan mengurus. Tapi malah banyak yang kecolongan. Karena mahasiswa tidak sabar dan ragu. Itu mungkin miskomunikasinya antara mahasiswa dan pihak biro,” jelasnya.

Proses pencairan ini akan segera dilakukan apabila seluruh data mahasiswa sudah rampung, dikarenakan proses pencairan dilakukan dari pusat. Jumlah mahasiswa bidikmisi yang tergolong banyak, sekitar 1.700-an menyebabkan biro perlu waktu lebih lama untuk proses perubahan buku tersebut. []

Editor: Missanur Refasesa