Beranda Terkini “Konstruktif dan Apatis” Perempuan dalam Politik Aceh

“Konstruktif dan Apatis” Perempuan dalam Politik Aceh

BERBAGI

Irma Suryani Brutu[AM] |DETaK

Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali menyelenggarakan Konferensi Aktivis Mahasiswa Aceh (KAMA) di gedung Audit lantai tiga FKIP, 3 April 2016.

Talk show yang dipelopori Kementrian Politik Hukum Dan Keamanan (Polhukam) bertemakan “Dinamika Arus Politik Aceh”, yang diisi oleh Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, memberikan wejangan seberapa jauh peran wanita dalam perpolitikan di Aceh. Dalam Talk show ini Juga diundang dua pemateri lainnya, Ridwan Hadi dan Saifuddin Bantasyam.

IKLAN
loading...


“Peran Perempuan dapat dikelompokkan dalam dua kategori, secara konstruktif dan apatis. Konstruktif berarti perempuan menjadi bagian utuh dari politik itu, dan apatis dimana perempuan mempunyai batasan akses dalam berpolitik”. Ujar Illiza.

“Hingga saat ini masih sedikit dari kaum perempuan yang berkecimpung di dunia politik, khususnya Aceh. Padahal perempuan sangat berpengaruh. Kemungkinan besar disebabkan karena perempuan memiliki sifat kecemburuan dan minimnya ilmu mereka untuk mempertahankan hak-haknya sendiri “ lanjut walikota perempuan pertama Aceh itu dalam seminarnya.[]

Editor : Dinda Triani