Beranda Terkini Gerhana lakukan Seruan Aksi 1000 Tanda Tangan

Gerhana lakukan Seruan Aksi 1000 Tanda Tangan

BERBAGI
Aksi pembagian logistik dalam kegiatan Gerhana 2018. 22/2/18 (Auliana Rizky/ DETaK)
loading...

Auliana Rizky | DETaK

Darussalam– Seruan aksi “1000 Tanda Tangan, Gerakan Hijrah Nasional (Gerhana)”  terjadi di Simpang Gelanggang Unsyiah Kamis, 22 Februari 2018 dari pukul 16.30-18.00 WIB.

Acara ini digerakkan oleh sejumlah aktivis yang berasal dari berbagai paguyuban pencinta syariat islam yang terdiri dari Komunitas AMF Nagan Raya, Al-Ma’Surat Sumatera Barat, Kopiah Aceh Tamiang, LP2A Meulaboh, Hadist Subulussalam, FUAS Aceh Selatan, Fikroh Aceh Tengah, Himaska Aceh Singkil, Hipmasil Aceh Singkil, Impeska untuk mengajak mahasiswa dan pemuda untuk berhijrah.

IKLAN
loading...


Sumardi Ketua AMF Nagan Raya mengatakan bahwa kegiatan tersebut terdiri dari sejumlah rangkaian agenda diantaranya, yaitu Korasi, Trismop dan Rekam jejak, dengan tujuan untuk menegakkan kembali penerapan syariat Islam lebih intens.

“Acara ini juga sebagaimana kita ketahui di Aceh, Syariatnya memang harus ketat, dan di sini kami mencoba untuk mengadakannya kembali khususnya lingkup kampus,” lanjutnya.

Cut Santi Ala, salah satu Panitia dan mahasiswa di UIN ilmu komunikasi 2015 menyatakan bahwa panitia persiapan acara membutuhkan waktu satu minggu, untuk mengumpulkan logistik yang akan dibagikan tersebut, perencanaan barang yang akan dibagikan seperti, jilbab, kaos kaki, handsock, dan bros jilbab.

“Pembagiannya bersifat umum, seperti kami ini di lampu merah, tidak dilihat dari sisi dia pakai kaos kaki atau tidak, donasinya juga terbatas karena donasinya tidak sebanyak dengan waktu yang kami perkirakan,” ungkap Cut.

Kemudian Cut juga menyebutkan perihal fungsi dan tujuan dari tanda tangan 1000 tersebut bahwasanya orang-orang mendukung kegiatan Gerhana, dengan harapan kedepan Aceh lebih mengamalkan syariat Islam yang sudah ada, tidak nanya untuk pajangan saja.

“Ini acara untuk pertama, insyaallah untuk kedepannya akan diadakan lagi,” tutupnya. []

Editor: Maisyarah Rita