Beranda Terkini Beladiri Praktis dalam Seminar dan  Workshop Tarung Derajat Unsyiah

Beladiri Praktis dalam Seminar dan  Workshop Tarung Derajat Unsyiah

BERBAGI
Foto bersama usai pelaksanaan kegiatan seminar dan Workshop UKM Tarung Derajat Unsyiah 2017. 10/11/17 (Maisyarah Rita/ DETaK)

Maisyarah Rita | DETaK

Darussalam – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tarung Derajat Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) mengadakan kegiatan seminar dan workshop “Beladiri Praktis Tarung Derajat” pada Minggu, 10 Desember 2017 di pusat kegiatan olahraga Basket Gelanggang Mahasiswa Unsyiah, Banda Aceh.

Fazlur Rahman selaku Ketua Panitia menyatakan bahwa kegiatan yang dihadiri oleh 113 peserta terdaftar tersebut bertujuan untuk menyadarkan masyarakat betapa pentingnya beladiri praktis di kalangan masyarakat sehari-hari.

IKLAN
loading...


“Diharapkan sepulangnya dari sini peserta dapat mempraktekkan ilmu praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Fazlur.

Acara dihadiri oleh Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unsyiah, Alfiansyah Yuliannur yang membuka sekaligus menjadi pemateri kegiatan tersebut.

Alfiansyah Yuliannur saat menyampaikan sambutan pembukaan kegiatan sekaligus pemateri kegiatan. 10/11/17 (Maisyarah Rita/ DETaK)

Alfiansyah membuka topik materi dengan menyatakan bahwa tidak dapat dipungkiri dalam kehidupan sehari-hari kita tidak terhindar dari gangguan di jalanan.

“Setidaknya kita bisa membela diri dan melaporkan, bukan untuk menghakimi sendiri,” sebut Alfiansyah.

Dalam materinya, Alfiansyah menyebutkan bahwa dalam suatu perguruan, kita dididik untuk disiplin, karena dalam tidak ada ilmu yang bermanfaat tanpa kedisiplinan. Banyak hal yang dapat untuk merubah diri kita, yang dimulai dari sikap disiplin.

“Pertama disiplin, sudah jelas, kemudian tepat janji, amanah, setia kawan, tepat waktu, percaya diri, tidak berkhianat, dan jujur,” papar Alfiansyah.

Menurutnya bentuk kesetiakawanan tidak sebatas dalam bentuk kekompakan, melainkan dalam mengingatkan dalam hal kebaikan.

“Misalnya kawan kita diserang, tidak semerta-merta kita balas keroyokan, kita dudukkan terlebih dahulu, siapa tahu memang kawan kita yang salah,” jelasnya lebih lanjut.

Alfiansyah juga mengaharapkan dengan adanya gagasan prediksi 2045 yang merupakan tahun emas Indonesia, dimana bonus demografi Indonesia memuncak, dapat disiasati dengan baik mulai saat ini.

“Itu semua dimulai dengan karakter kalian yang paten, sehingga bonus demografi tidak menjadi bencana, dan tidak ada lagi keinginan untuk memisahkan diri,” lanjutnya lebih luas

Selanjutnya pada paparan materi Nuzuli selaku pakar sport science banyak berbagi pengalaman terkait integritas karakter dan solidaritas yang diperoleh semasa mengikuti organisasi kampus untuk mengantarkan kesuksesan. Nuzuli juga mengungkapkan sedikit trik waspada untuk kaum perempuan dalam meminimalisir kemungkinan kejahatan yang terjadi.

“Bawa senjata rahasia berapa pasir dan abu dapur.  Cari sasaran yg mematikan, misalnya ulu hati, leher, dan kemaluan,” sebut Nuzuli

Kegiatan dilengkapi dengan workshop beladiri praktis oleh Yamyan Rahmat selaku Pelatih utama Tarung Derajat Aceh. Berikut sejumlah foto kegiatan yang dirangkum detak-unsyiah.com dalam workshop tersebut.

Peserta kegiatan sednag melakukan pemanasan. 10/11/17 (Maisyarah Rita/ DETaK)
Simulasi beladiri praktis oleh anggota UKM Tarung Derajat Unsyiah. 10/11/17 (Maisyarah Rita/ DETaK)

“Hidup merupakan interaksi antara manusia dengan diri sendiri, orang lain, lingkungan dan Tuhannya dengan menerapkan landasan prinsip kesadaran, kecerdasan, dan kesopanan,” seru Rahmat

Verika Putri, salah seorang peserta kegiatan mengutarakan agar kegiatan serupa dapat lebih banyak diadakan untuk kalangan umum.

“Kegiatannya bermanfaat, ada simulasi yang bisa kita praktekkan langsung, apalagi kita perempuan rentan sama kejahatan,” tutup Verika. []

Editor: Dinda Triani