Beranda Siaran Pers Unsyiah Wisuda 1.645 Lulusan

Unsyiah Wisuda 1.645 Lulusan

BERBAGI

Siaran Pers | DETaK

logo usk
Logo Unsyiah

Darussalam – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali mewisudakan lulusannya untuk priode November 2014 – Januari 2015. Proses pelepasan para lulusan Unsyiah tersebut berlangsung selama dua hari yaitu Selasa dan Rabu17-18 Februari 2015. Moment istimewa yang berlangsung di AAC Dayan Dawood ini, dihadiri 1.645 wisudawan baru Unsyiah. Sebanyak 790 orang lulusan diwisuda pada hari pertama, sementara 855 orang lulusan lainnya dilepas pada Rabu, 18 Februari. Sebanyak 94 orang lulusan yang diwisuda merupakan mereka yang memiliki tingkat yudisium istimewa atau cum laude.

Setelah upacara wisuda pada hari ini, maka secara keseluruhan, jumlah alumni Unsyiah akan menjadi 99.683 orang. Sebanyak 75.027 orang dari mereka merupakan lulusan Program Sarjana, Pendidikan Profesi, Spesialis, dan Pascasarjana. Sementara 24.656 orang merupakan lulusan program diploma dari berbagai disiplin keilmuan.

IKLAN
loading...


Selain mereka yang telah menjadi alumni, dan mereka yang akan diwisuda pada periode kali ini, Unsyiah juga masih memiliki 30.381 orang mahasiswa aktif hingga saat ini. Dan sementara itu, jumlah mahasiswa baru yang direncanakan akan diterima Unsyiah tahun ini berjumlah 6.470 orang. Jumlah tersebut baru hanya merupakan proyeksi untuk mahasiswa baru dari program sarjana dan diploma.

“Insya Allah, untuk tiga tahun ke depan, Unsyiah akan memfokuskan diri pada perbaikan dan peningkatan kualitas pelayanan pendidikan. Hal ini dimulai dengan penyusunan statuta baru, pembatasan dan moratorium pendirian Program Studi baru, serta penyempurnaan sistem tata kelola Universitas Syiah Kuala. Kita semua berharap, semua usaha dan upaya tersebut akan memberi dampak positif yang signifikan terhadap nilai akreditasi institusi Unsyiah, yang borangnya telah kita kirimkan awal tahun ini,” kata Rektor Unsyiah, Samsul Rizaldalam sambutannya.

Selain orang tua serta wali wisudawan, acara ini juga turut dihadiri mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf bersama istrinya. Di hadapan hadirin tersebut, Rektor Unsyiah mengungkapkan sebuah fakta menarik. Menurutnya, reputasi Unsyiah telah semakin membaik secara signifikan.

Hal ini berdasarkan data dari Webometrics, di mana Unsyiah saat ini berada di peringkat 32 secara nasional. Dan jumlah publikasi ilmiah internasional yang bereputasi dan berasal dari Universitas Syiah Kuala saat ini merupakan yang terbanyak ke-8 secara nasional.

Peringkat ini bahkan di atas beberapa perguruan tinggi ternama Indonesia, seperti Universitas Andalas Padang, Universitas Lampung, atau bahkan Institut Sepuluh November Surabaya. “Semua fakta ini insya Allah akan memperbaiki reputasi dan citra Jantong Hatee Rakyat Aceh ini di mata dunia,” ujarnya mantap.

Untuk itulah, para lulusan yang akan diwisuda hari ini, secara tidak langsung juga akan menjadi salah satu simpul untuk mewujudkan pencitraan Unsyiah yang lebih baik di mata publik. Salah satu aksi terbaik yang dapat dilakukan oleh para lulusan untuk meningkatkan citra baik universitas ini, adalah dengan menampilkan sikap dan karakter yang pantas untuk seorang alumni perguruan tinggi. Sikap dan karakter ini juga di sisi lain akan membantu lulusan itu sendiri dalam berkompetisi di bursa kerja nasional dan internasional.

Seiring pemberlakuan kawasan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akhir tahun nanti, maka persaingan bursa kerja bagi lulusan perguruan tinggi akan semakin berat. Namun demikian, karakter akademik yang khas akan membedakan para lulusan Unsyiah dengan lulusan perguruan tinggi lainnya.

Dan untuk menjadi individu yang memiliki kemampuan di atas rata-rata, maka Rektor Unsyiah mengingatkan kepada para wisudawan, bahwa mereka harus bekerja lebih keras dan lebih cerdas dibandingkan orang rata-rata. Hal ini akan mudah dicapai jika para wisudawan memanfaatkan semua kesempatan yang tersedia. Selain itu, Rektor juga menekankan, sebaiknya para wisudawan tidak hanya menunggu kesempatan itu datang, “aktiflah bergerak untuk mencari di manapun kesempatan itu berada,” pesannya.[]

Editor: Riska Iwantoni