Beranda Siaran Pers Teater Nol Unsyiah Wakili Aceh di Peksiminas

Teater Nol Unsyiah Wakili Aceh di Peksiminas

BERBAGI
ffdsdf

Siaran Pers | DETaK

ffdsdf
Penampilan Masrijal, pada saat Gladi resik, Rabu malam, 10/9/2014. (Dok. Teater Nol)

Palangka Raya – Teater Nol Unsyiah kembali terpilih mewakili Aceh di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) XII 2014 untuk tangkai seni monolog yang akan berlangsung di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

“Alhamdulillah tahun ini kita kembali terpilih mewakili Aceh. Ini merupakan yang kesekian kalinya kita menang di tingkat provinsi dan menjadi peserta nasional,” ungkap Masrijal, Ketua Umum Teater Nol Unsyiah, Jum’at, 12 September 2014.

IKLAN
loading...


Lebih lanjut ia mengungkap, untuk tahun ini Teater Nol memilih naskah Aeng karya Putu Wijaya. “Kita mencoba mengadaptasi naskah ini dengan sentuhan lokalitas Aceh. Mudah-mudahan kita bisa membawa warna baru untuk naskah ini dan mengharumkan nama Aceh di pentas nasional melalui monolog,” harapnya.

Dalam garapan yang disutradarai Benny Arona ini, Masrijal berperan sebagai Alimin (aktor). Penata set/properti dipercayakan kepada Andra Irawan,  penata cahaya oleh Dian Islami dan penata musik, Ferlijan.  “hanya tiga orang yang bisa berangkat, sutradara dan penata musik tidak bisa berangkat karena Unsyiah hanya menyediakan tiga tiket untuk tangkai monolog,“ jelas Masrijal.

Peksiminas merupakan kegiatan kemahasiswaan di bidang pengembangan bakat dan minat mahasiswa dalam bidang seni bertaraf nasional. Ajang ini diselenggarakan dua tahun sekali oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan menunjuk salah satu pengurus Badan Pembina Seni Mahasiswa Indonesia (BPSMI) sebagai panitia penyelenggara kegiatan. Peksiminas bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan praktik mahasiwa dalam menumbuhkan apresiasi terhadap seni, baik seni suara, seni pertunjukan, penulisan sastra, seni rupa, dan lain-lain. Peksiminas pertama kali diselenggarakan di kota Surakarta pada tahun 1991.[]

Editor : Murti Ali Lingga