Beranda Headline Sejumlah Mahasiswa Aceh Kecam Presiden Suriah

Sejumlah Mahasiswa Aceh Kecam Presiden Suriah

BERBAGI
Aksi Kemanusiaan “Suriah Mencekam, Dunia Masih Bungkam”. Jum’at, 7/04/2017 (Mohammad Adzannie Bessania | DETaK)

Mohammad Adzannie Bessania |  DETaK

Banda Aceh — Sejumlah Organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan di Banda Aceh menggelar aksi kemanusiaan “Suriah Mencekam, Dunia Masih Bungkam” di depan Masjid Raya Baiturrahman. Jum’at, 7 April 2017.

Ridho Rinaldi, selaku koordinator lapangan, mengatakan aksi ini merupakan bentuk kecaman terhadap presiden Suriah, Bashar-Al Assad, yang melakukan serangan udara di Khan Sheikhoun, Provinsi Idlib, Suriah, dengan menggunakan bom kimia berisi gas klorin. Akibat insiden ini, sebanyak 20 anak-anak dan 52 orang dewasa meninggal dunia.

IKLAN
loading...


“Ini sebenarnya sebuah kezaliman yang luar biasa dimana kita lihat anak-anak yang tidak tahu apa-apa menjadi korban dan bahkan ada yang terenggut nyawanya,” tuturnya kepada detak-unsyiah.com.

Menurutnya, penggunaan bom kimia yang digunakan oleh pemerintah Suriah merupakan bom yang sifatnya menyiksa sehingga berujung pada kematian.

“Bom kimia ini sifatnya menyiksa yang akhirnya berujung kematian. Kalau bom biasa ketika meledak korban langsung mati, bom ini menyiksa dulu kemudian baru korban meninggal dunia. Kalaupun ada yang selamat, ini juga berdampak dengan masa depan mereka,” lanjutnya.

Oleh karena itu, ia mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera menghentikan perang saudara di Suriah dan segera memberikan sanksi tegas kepada pemerintah Suriah terkait penggunaan bom kimia. Ia juga meminta presiden Suriah untuk turun dari jabatannya.

“Kita menuntut bahwa tolong disudahi perang saudara di Suriah, kemudian kita menuntut kepada PBB segera memberikan sanksi tegas, terutama terkait bom kimia, ini tentu sudah ada aturannya. Terakhir kita minta Presiden Suriah untuk segera mundur dari jabatannya karena ini akan terus menyengsarankan rakyat Suriah,” tegasnya.

Selain itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk menyuarakan aksi yang sama agar PBB dapat segara memberikan sanksi tegas kepada pemerintah Suriah. Pihaknya juga telah menggalang dana yang akan disumbangkan kepada korban perang saudara di Suriah.

“Pertama, ini bukan aksi pertama kita. Selanjutnya, kita mengajak seluruh warga Indonesia dan dunia untuk bersama-sama menyuarakan aksi ini agar bisa menggerakkan PBB untuk mengeluarkan keputusannya terhadap pemerintah Suriah,” ujarnya.

Aksi ini diikuti oleh berbagai organisasi, diantaranya Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Aceh, Forum Silaturahim Mahasiswa (FOSMA) Unsyiah, LDK Ar-Risalah, Forum Silatulahmi Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN), Dewan Mahasiswa (DEMA) Fakultas UIN Ar-Raniry, DEMA UIN Ar-Raniry, PDDA, dan GPS.[]

Editor: Dhenok Megawulandari