Beranda Terkini OIA Unsyiah Buka Rekrutmen Instruktur Bahasa Indonesia

OIA Unsyiah Buka Rekrutmen Instruktur Bahasa Indonesia

BERBAGI
Suasana kelas bahasa Indonesia. (Dok. staf OIA)

Rizki Rahmadani [AM] | DETaK

DarussalamPerekrutan dibuka bagi para lulusan sarjana yang ahli dalam bahasa Indonesia. Kegiatan perekrutan sebagai instruktur bahasa Indonesia ini dimulai pada tanggal 18 Agustus 2019 untuk penginputan berkas dan dilanjutkan pada tanggal 19 Agustus 2019 untuk wawancara yang bertempatan di Kantor Urusan Internasional, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).

Untuk mengenalkan bahasa Indonesia dan budaya Aceh bagi penutur asing merupakan alasan dibukanya kelas bahasa Indonesia di Kantor Urusan Internasional atau Office of International Affairs (OIA) yang sudah bekerjasama dengan Darmasiswa untuk mendapatkan penutur asing yang ingin belajar bahasa Indonesia dan budaya Indonesia. Kegiatan ini diadakan di indoor maupun outdoor. Untuk indoor dilakukannya teknisi kebahasaan dan untuk outdoor dilakukannya praktik kelapangan bagi penutur asing yang dilaksanakan 6 hari dalam seminggu.

“Mereka mengajar bahasa Indonesia dan budaya Aceh untuk peserta Darmasiswa dalam waktu 1 tahun yang para instrukturnya sebelumnya sudah diseleksi. Untuk tahun pertama, kami memang ambil langsung dari dosen-dosen bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, tapi kali ini kami buka untuk bagi para mereka yang ahli dalam bahasa Indonesia juga,” ujar Rahmi Hidayati selaku staf OIA.

Program bagi peserta Darmasiswa ini untuk dapat unjuk bakat seperti yang dilakukan di bulan September yaitu acara International Food Festival (IFF). Mereka berpartisipasi untuk mengenalkan budaya masing-masing dan jika sudah fasih berbahasa Indonesia, maka akan bisa menjadi mahasiswa di Unsyiah. Bagi peserta Darmasiswa yang lulus di ujian berbahasa, nantinya dapat ikut konferensi berbahasa Indonesia.

“Program Darmasiswa ini tujuan utamanya memang belajar bahasa Indonesia dan mengetahui budaya, tapi kita kadang-kadang ada buat sejenis program di mana nanti peserta Darmasiswa ini unjuk bakat. Jadi nanti kayak bulan lalu di IFF, mereka berpartisipasi dalam mempromosikan budaya mereka melalui makanan atau nanti mereka setelah bercakap dalam berbahasa Indonesia mereka akan menjadi mahasiswa di sini, dan ikut konferensi berbahasa Indonesia atau sejenisnya, tapi ya nanti mereka akan ada seperti ujian. Mereka akan diuji kembali bagaimana improvisasi bahasa Indonesia mereka sendiri,” tutup Rahmi Hidayati. []

Editor: Herry Anugerah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here