Beranda Terkini Kerusakan Ekologi Hantui Pertanian Aceh

Kerusakan Ekologi Hantui Pertanian Aceh

BERBAGI

Rifdah Afifah Bardan dan Hanifah Safitri | DETaK

Banda Aceh- Aliansi Keluarga Besar Pertanian Mahasiswa USK merayakan Hari Tani Nasional dengan webinar berbasis Forum Diskusi mengenai Kerusakan Ekologi Menghantui Pertanian Aceh. Kegiatan ini dilakukan secara online melalui zoom dan juga offline di Aula Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh pada Jumat, 24 September 2021.

Adapun topik yang paling menarik dari forum diskusi grup ini yaitu terkait buah tomat yang setelah dipanen kemudian di buang. Tanggapan Muhammad yasar terkait hal ini, beliau mengatakan “Salah satu ciri produk pertanian adalah mudah rusak, kalau kita lihat kondisi kemarin saya kira gak hanya tomat. Ketika produknya banyak tapi permintaan sedikit maka harga turun dan Produk gak tau dibawa kemana. Kita masih belum mampu memfasilitasi yang ada di masyarakat. Masak kita makan saos tapi masih produk luar. Mari sama-sama kita liat peluang ini, ketika ada produk yang di perlukan maka kita masuk ke dalam sini. Peluang kita bahwa industri ini bisa di bangaun di aceh baik kecil maupun besar.”

IKLAN
loading...


Muhammad Yassar sebagai Direktur Politeknik Aceh Selatan menyarankan di dirikannya industri saos tomat. Bagaimana potensi pertanian Aceh jika tidak ada industri pengelolaan disini, lihatlah masalah ini sebagai peluang. Saran ini pun ditanggapi oleh ibu kadis dinas pertanian Aceh, terkait pembangunan pabrik saos tidak bisa dibangun begitu saja, karena kita harus melihat apakah para petani mampu menyediakan tomat sebanyak sekian ton untuk diproduksi setiap hari. Sedangkan kebutuhan tomat segar juga sangat dibutuhkan.

Topik ini menarik peran Mahasiswa Fakultas Pertanian agar masalah seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Hal ini pun sesuai dengan harapan ketua BEM FP USK beliau berharap mahasiwa kedepannya menjadi ujung tombak, karena peran mahasiswa yang belajar pertanian akan membawa dan mengubah pola pikir masyarakat untuk pertanian lebih maju kedepannya.

Jadi Mahasiswa Fakultas Pertanian bisa mengembangkan pertanian dengan skema yang lebih modern dengan hasil yang lebih melimpah. []

Editor: Hijratun Hasanah