Beranda Terkini Himpunan Mahasiswa Sipil Sukses Selenggarakan LBFT 2019 di 7 Regional

Himpunan Mahasiswa Sipil Sukses Selenggarakan LBFT 2019 di 7 Regional

BERBAGI
Foto bersama para tamu dan panitia LBFT. 07/04/19 (Herry | DETaK)

Herry A. | DETaK

Darussalam– Himpunan Mahasiswa Sipil (HMS) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyelenggarakan Lomba Berhitung Fakultas Teknik (LBFT) ke-25 yang bertemakan “Menuju Generasi Aceh Berkualitas yang Cermat dan Tanggap dengan Berhitung Cepat”. Untuk regional I sendiri, acara ini diadakan di Gedung Academic Activity Center (AAC) Dayan Dawood pada Minggu, 7 April 2019.

Acara dibuka secara langsung oleh Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman. Dalam sambutannya, ia sangat mengapresiasi kegiatan ini, dikarenakan manfaat besar yang diperoleh, baik dari segi pendidikan, moral, hingga ekonomi. Ia juga berharap acara tradisi ini dapat berlanjut seterusnya.

IKLAN
loading...


“Kegiatan ini menjadi penting, karena ini adalah kesempatan bagi Fakultas Teknik untuk memperkenalkan Fakultas Teknik kepada masyarakat. Lalu, kita dapat melihat kemampuan berhitung anak kita, dan mengayomi anak-anak untuk lebih berpikir ke masa depan. Kalau anak yang banyak main-main, pasti tidak bisa tampil bersaing di sini,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Dekan III Fakultas Teknik, Lulusi, menyampaikan bahwa akan lebih baik jika panitia LBFT punya hasil evaluasi untuk setiap kategori, yang dianggap sebagai soal tersulit.

“Jadi dengan evaluasi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bisa mencari solusi di mana penekanan kurikulum yang harus dibuat untuk siswa,” ungkapnya.

Lomba berhitung tingkat SD A dimulai. 07/04/19 (Herry | DETaK)

Satria Putra, selaku Ketua Umum LBFT 2019, menerangkan bahwa terdapat perbedaan penyelenggaraan LBFT 2019 dengan tahun sebelumnya. Di tahun sebelumnya, LBFT dilaksanakan per kota, sedangkan di tahun ini diselenggarakan per regional.

“Di tahun ini ada 7 regional, dan regional I inilah yang terakhir, karena regional lainnya sudah selesai. Di regional I mencakup Banda Aceh, Aceh Besar, dan Sabang. Jadi setiap siswa/i dari masing-masing kabupaten/kota bersaing dalam satu tempat, sehingga lebih kompetitif,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus terlaksana kedepannya, sehingga menjadi pemicu semangat siswa/i untuk berlomba.

“Semoga anak-anak sekolah lebih terpacu semangatnya, khususnya bagi siswa/i yang masih kurang bagus dalam pelajaran Matematika,” tutup Satria. []

Editor: Dhea Ameliana