Beranda Terhangat Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Mata Mahasiswa USK

Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka di Mata Mahasiswa USK

BERBAGI
Ilustrasi. (Shella Agustia Putri/DETaK)

Shella Agustia Putri | DETaK

Darussalam – Pertukaran Mahasiswa Merdeka adalah bagian dari program yang dibentuk oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI), yakni Program Kampus Merdeka.

Pelaksanaan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka sudah dimulai sejak bulan Agustus 2021 dan masih berlangsung hingga sekarang. Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini memberikan kesempatan untuk dapat belajar di kampus lain di Indonesia selama satu semester dengan sistem alih kredit antar perguruan tinggi sebanyak 20 SKS.

IKLAN
loading...


Salah satu mahasiswi dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK) yang berhasil lolos dalam program ini, Sri Monica Ningsih, dalam wawancaranya dengan pewarta DETaK, ia membagikan kesannya selama mengikuti program ini. Monica mengatakan bahwa program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini bagus untuk mahasiswa karena bisa memberikan kebebasan untuk belajar di luar kampus asal.

“Karena ingin merasakan kuliah di luar kampus USK seperti apa, juga ingin tahu bagaimana budaya di luar daerah, oleh karena itu saya mendaftar program tersebut,” ujar Monica. Ia sendiri mendapatkan kesempatan untuk belajar di empat kampus yang berbeda, yaitu Institut Pertanian Bandung, Universitas Soedirman, Universitas Padjajaran, dan UPN Veteran Yogyakarta.

Monica juga mengatakan keuntungan dari mengikuti program ini dapat menambah ilmu baik dari segi akademik maupun perihal kebudayaan luar daerah, serta mahasiswa yang mengikuti program ini juga diberikan tanggungan biaya hidup selama satu semester perkuliahan.

“Saya mendapatkan pengalaman baru dengan berkenalan antar budaya, juga selama saya mengikuti program ini, saya merasa semakin berani dalam hal berbicara di depan umum, ya walaupun dalam keadaan daring seperti ini,” ungkap Monica.

Selain dari peserta, program Pertukaran Mahasiswa Merdeka ini juga dirasakan oleh mahasiswa-mahasiswa USK yang menerima mahasiswa baru dari luar daerah dalam proses belajar mengajar di semester ini.

Balqis Farras Thifal mahasiswi Prodi Psikologi USK, merasakan bahwa kehadiran mahasiswa-mahasiswa dari universitas lain ke USK membuka pandangan bagaimana sistem dan proses belajar di universitas mereka di sana.

“Bahkan beberapa dari mereka dengan saya sudah saling follow di sosial media, kebetulan teman-teman dari program ini sepertinya orang-orang yang aktif di kampus mereka, jadi ada hal-hal baru yang bisa saya ambil dari mereka setelah bertukar cerita. Itu juga bikin saya tertantang untuk bisa lebih baik dan gak kalah dengan mereka,” ujar Balqis.

Selain Balqis, Shaumi Syahri Fitria mahasiswi Prodi Teknik Komputer USK juga memberikan kesannya selama belajar bersama teman-teman yang berasal dari luar kampus USK yang mengikuti program tersebut.

“Asik sih, bisa bertukar pengalaman dengan mereka yang dari luar daerah, tapi terkadang terkendala juga dengan perbedaan materi perkuliahan, karena kurikulumnya berbeda kali ya, jadi agak terhambat gitu,” ujar Shaumi. []

Editor: Muhammad Abdul Hidayat