Beranda Siaran Pers Mahasiswa Biologi FMIPA Unsyiah Lakukan Pelepasan Penyu sebagai Aksi Nyata Konservasi

Mahasiswa Biologi FMIPA Unsyiah Lakukan Pelepasan Penyu sebagai Aksi Nyata Konservasi

BERBAGI
Pelepasan penyu di Pantai Pasie Jalang, 21/02/19 (Dok. Panitia)

Siaran Pers | DETaK

Aceh Besar- Himpunan Mahasiswa Biologi (HMB) FMIPA Unsyiah melakukan pelepasan penyu pada Kamis, 21 Februari 2019 di Pantai Pasie Jalang, Desa Lampaya, Lhoknga, Aceh Besar. 

Kegiatan yang merupakan puncak acara Pekan Konservasi Sumber Daya Alam (PKSDA) VI tahun 2019 ini bekerjasama dengan PT. Pasha Jaya, yaitu perusahaan yang bergerak di bidang perminyakan.

IKLAN
loading...


Acara diawali dengan sambutan dan perkenalan PT. Pasha Jaya kepada panitia pada pukul 15.00 WIB. Selanjutya pembukaan acara pelepasan penyu dimulai pada pukul 17.00 WIB yang dihadiri oleh keluarga besar Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah dan para tamu undangan.

Ketua HMB FMIPA Unsyiah, Muhammad Firhan Al Azhar, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelepasan penyu dilakukan sebagai aksi nyata kepedulian terhadap konservasi penyu yang harus ditanamkan nilai-nilai konservasinya.

“Pelepasan penyu merupakan aksi simbolis yang menjadi bukti kepedulian terhadap konservasi penyu. Kita juga harus menanamkan nilai-nilai konservasi di dalam diri dan melakukan aksi konservasi secara nyata,” terang Firhan dalam rilis yang diterima DETaK Unsyiah pada Jumat siang, 22 Februari 2019.

Ketua Jurusan Biologi FMIPA Unsyiah, Dr. Betty Mauliya Bustam, M.Sc menyebut kegiatan ini sesuai dengan visi Jurusan Biologi yaitu conservationist atau bergerak dalam pelestarian lingkungan hidup.

“Penyu ini hanya sebagian kecil dari sumber plasma nutfah yang ada pada kita saat ini, namun populasinya semakin menurun karena sampah plastik yang dibuang ke laut,” lanjut Betty.

Muhammad Haikal Aulia, perwakilan dari PT. Pasha Jaya, menegaskan bahwa perusahaannya menjamin tidak menumpahkan minyak ke laut yang dapat mencemari lingkungan.

“Lokasi kita sekarang merupakan area dari pekerjaan kami, jadi kami bertanggung jawab untuk menjaga dan mengawasi lingkungan di sekitar area kerja kami agar tidak merusak ekosistem laut,” tegas Haikal.

Jumlah penyu yang dilepaskan sebanyak 29 ekor. Penyu tersebut dikonservasi oleh Jafar yang merupakan warga sekitar dan aktif dalam konservasi penyu di Pantai Pasie Jalang.

Jafar berharap masyarakat dapat peduli terhadap konservasi penyu yang jumlahnya semakin sedikit akibat maraknya pengambilan telur penyu secara ilegal.

“Telur penyu yang menetas pasti banyak, tetapi hanya satu atau dua ekor saja penyu yang akan kembali ke tempat ini untuk bertelur. Kalau kita terus menganggu keberlangsungan penyu, maka penyu tersebut tidak akan bertelur lagi disini dan akhirnya penyu tidak ada lagi,” tutup Jafar.[]

Editor: Junina Rizki