Beranda Siaran Pers Ini Isi Kuliah Umum Ketahanan Nasional di Unsyiah

Ini Isi Kuliah Umum Ketahanan Nasional di Unsyiah

BERBAGI

Siaran Pers | DETaK

IMG_4001
Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Ryamizard Ryacudu berjabat tangan ala  komando dengan Rektor Unsyiah Samsul Rizal. (Dok: Unsyiah)

Darussalam – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyelenggarakan kuliah umum dengan tema “Ketahanan Nasional di Era Keterbukaan Ekonomi” di Gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah. Rabu, 18 Maret 2015 . Acara ini diisi oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) H. Ryamizard Ryacudu.

Menhan mengatakan bahwa pertahanan nasional dapat dihubungkan dengan berbagai hal, termasuk dengan keterbukaan ekonomi. Meskipun ASEAN Economy Community baru akan diresmikan di akhir tahun ini, namun keterbukaan ekonomi sudah berlangsung sejak lama.

Iklan Souvenir DETaK

“Dari segi penggunaan produk, masyarakat Indonesia terbilang sangat konsumtif, sehingga berpengaruh pada devisa negara kita,” paparnya.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang disegani. Sumber daya alam dapat menjadi sumber ekonomi yang besar jika dikelola dengan baik. Oleh karena itu, Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini mengajak generasi muda untuk berinovasi agar masyarakat Indonesia tidak lagi beralih ke produk impor.

Sementara itu, Rektor Unsyiah Samsul Rizal,  dalam sambutannya mengatakan bahwa tingkat perekonomian dan kesejahteraan bangsa hanya dapat ditingkatkan melalui pertumbuhan ekonomi yang tinggi, pemerintah baru dapat melaksanakan berbagai program yang merangsang pertumbuhan itu bila kondisi negara dalam keadaan aman.

”Karena itu, ketahanan nasional dan keterbukaan ekonomi adalah dua dimensi yang harus mampu disinergikan saat ini,” ucap Samsul.

Menurut Samsul, kuliah umum kali ini sangat penting mengingat selama ini sedikit sekali diskusi dan seminar yang mengarah kepada tema ketahanan nasional. ”Kita bahkan belum mempersiapkan apapun, jika ketahanan nasional tidak kita pertimbangkan sejak awal,” lanjut rektor.

Samsul berharap agar kuliah umum ini dapat mengubah orientasi dan perspektif kita dalam melihat Indonesia sebagai bangsa dan negara dalam era keterbukaan ekonomi.[]

 Editor: M Fajarli Iqbal