Beranda Siaran Pers Ini Hasil Diskusi Rektor dengan Mahasiswa

Ini Hasil Diskusi Rektor dengan Mahasiswa

BERBAGI
Anggota BEM Unsyiah melakukan sesi foto bersama Rektor dan Wakil Rektor Unsyiah setelah melakukan diskusi (Dokumentasi pribadi)

Siaran Pers | DETaK

Darussalam – Sejumlah anggota Kementerian Kesejahteraan Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali melakukan diskusi dengan Rektor Unsyiah, Samsul Rizal di ruang kerja Rektor Unsyiah, Rabu, 20 April 2016.

Menteri Kesejahteraan Mahasiswa BEM Unsyiah, Syakir Daulay mengatakan bahwa diskusi itu dilaksanakan untuk mencari solusi terkait permasalahan yang dihadapi oleh mahasiswa.

IKLAN
loading...


“Kita harus cari solusi ke orang tua kita terkait permasalahan yang ada,” kata Syakir.

Dalam pertemuan selama 2 jam itu, mereka membicarakan sejumlah persoalan seperti KKN, pencurian sepeda motor di lingkungan kampus, kondisi gedung Gelanggang Mahasiswa, dan pengusulan kerja sama antara Unsyiah dengan Dirlantas, PT Jasa Raharja dan Rumah Sakit Meuraxa guna melayani mahasiswa Unsyiah dengan baik.

Samsul menjelaskan bahwa dana Kuliah Kerja Nyata (KKN) memang tidak dianggarkan lagi untuk desa per kelompok. Namun, dana KKN tetap dianggarkan untuk topi mahasiswa dan untuk dosen yang ikut ke tempat KKN.

Adapun beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai kesimpulan dalam diskusi tersebut yang pertama adalah Unsyiah akan mengusahakan kerja sama dengan pihak gampong yang akan dijadikan sebagai tempat KKN Mahasiswa Unsyiah. Kedua, rektor Unsyiah mendukung sepenuhnya pembuatan nota kesepakatan (MOU) dengan pihak Kepolisian, PT Jasa Raharja, Rumah Sakit Umum Daerah Meuraxa Kota Banda Aceh guna memperbaiki pelayanan untuk mahasiswa Unsyiah. Ketiga, Rektor Unsyiah mengimbau kepada seluruh mahasiswa Unsyiah agar tidak mau membayar uang parkir di semua lingkungan Unsyiah, baik di depan gedung AAC, RKU dan lain-lain.

Syakir berharap bahwa diskusi seperti ini harus sering dilakukan sebagai komunikasi antara mahasiswa dengan pimpinan tertinggi universitas untuk menyelesaikan permasalahan di ruang lingkup kampus.

“Kita berharap diskusi seperti ini sering dilakukan sebagai bentuk komunikasi kita dengan orang tua yang dalam hal ini adalah rektor. Sehingga, setiap ada permasalahan kita sama-sama mencari solusi,” tutupnya.[]

Editor: Eureka Shittanadi

BERBAGI