Beranda Cerpen Pendekatan MTK dalam Farmakokinetika

Pendekatan MTK dalam Farmakokinetika

BERBAGI
(Ilustrasi: Shahibah Alyani)

Cerpen | DETaK

Aku salah tlah mengacuhkanmu

Sampai kau lelah sendiri

IKLAN
loading...


Dan memilih tuk pergi

~~

“Ah, lagu itu lagi, bikin badmood aja,” ucapku memalas dan melangkah keluar dari kafe itu.

“Rani, tungguuuu!! Besok pagi kamu punya? Apa kamu mau gantikan aku mengajar? Please, kaki ini saja, ada hal yang harus kuselesaikan besok, mau ya,” ucap Nanda.

“Apa yang akan aku dapatkan jika mau melakukannya, aku tidak mau jika bayarannya tidak setimpal. Ya karena aku tidak suka membuang waktuku? Tanya Rani sambil tersenyum jahat

“Hhhmmm, apa ya,, haa aku tau, akan aku kenalkan kamu dengan abang ku, mana tau jodoh dan juga biar kamu ga jomblo lagi, HAHAHA!” celetuk Nanda yang membuat Rani juga ikut tertawa.

“Ah sudahlah, lupakan saja. Besok aku akan menggantikannya mengajar, tenang aku cuma bercanda tadi HAHAHA…”

“Hari ini hari Sabtu ya, ahh aku harus ketempat Rani mengajar”ucapku dalam hati sambil menuju Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC). 

(Di ruangan kelas)

“Baiklah adik-adik, sekian pemaparan materi dari saya. Apakah ada pertanyaan?

~hening

“Jika tidak ada lagi pertanyaan, saya akhiri wassalamu’alaikum” ucapku saat mengakhiri kelas

“Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh” ucap mereka, lalu satu per satu meninggalkan kelas.

Saat ini didalam kelas hanya aku, berdiam diri dan menatap seisi ruangan. “Tidak ada yang berubah. Setiap pandangan ini mengingatkanku tentangnya. Dia yang membuatku kembali membuka hati dan sakit lagi”ucapku sambil tersenyum.

(Februari 2010)

“masuk ruang ini lagi, huh. Ini adalah ruangan dengan matkul yang bikin pusing!” Ujar Apin

“Emang matkul apa? Kamu kan pinter, emang ada yang susah?” Tanyaku santai

“Coba tebak! Pasti ga bakal tu, kamu kan beda jurusan, hahaha” dia bertanya balik dengan candaan tapi aku malah berpikir

“Aku tau apa! Alpro kan? Aku kan punya temen jurusan matematika, katanya ini salah satu matkul tersulit. Ya walaupun aku ga tau sih gimana isi materinya”jawabku ngasal

“Sok tauuu, Huuu, hahaha”ujarnya sambil tertawa

~selesai kelas

“Rani, pulang bareng yukk”ajak apin

“Duh, aku masih ada lab ni. Duluan aja yaaa, hehe,”ujarku.

“Woke, aman.”

20:30

(Chat wa)

Apin : P

Rani : Ya?

Apin : Udah buat laporan? Kamu belum makan kan? Udah aku go food in martabak keju dimakan yaa.

Rani : Heh, ngapain beliin martabak? Tapi makasii yaaa, hehe. Kami belum mulai lab jadi belum ada laporan sih.

Apin : Gas ke pasar malam kuyyy.

Rani : (*deg, sorry aku harus bohong) maaf, ga bisa lagi buat tugas ni, padahal cuma baca materi doang 🙂

Apin : Okelah, tugas apa tu?

Rani : Ada deh, pokoknya hitungan gitu, jadi kami pake persamaan diferensial untuk menghubungkan perubahan konsentrasi obat di berbagai organ tubuh dari waktu ke waktu dan persamaan integral digunakan untuk memodelkan respon terapeutik atau toksik kumulatif obat dalam tubuh.

Apin : persamaan diferensial dan integral aku paham, tapi sisanya enggak hehe, okedeh selamat mengerjakan tugas bos, wkwk.

“Jangan buka hati lagi ya, udah cukup sakit yang lalu, sekarang fokus kuliah Aja. Yok ran, bisa yokk!! Mulai besok kyknya aku harus jaga jarak sama apin, lagian tugas kelompok udah selesai kan, jadi tak masalah” Ucapku pada diri sendiri

“Semoga hari ini ga kuis dadakan”ucapku dalam hati sambil berjalan ke kelas

“Rani tungguuu, buku kamu ketinggalan nih di kantin”

Aku menoleh ke sumber suara, dan yaa itu adalah suara apin

“Rani, sebelumnya aku minta maaf karena udah buka buku kamu dan aku liat hitungan kamu ada yang salah ni, berdampak banget sih di hasil akhir”ucap apin sambil ngos”an

“Aku belum mengerti, jadi boleh tolong jelasin ulang apa yang harus aku perbaiki?”ucapku memotong pembicaraannya

“Ah, baiklah jadi seperti ini Persamaan Integral adalah kebalikan dari turunan, penjumlahan dari (f(x).dx)1 + (f(x).dx)2 + sdt.. Berhubungan dengan penjumlah dari luas setiap segmen area dibawah kurva. Pada kasus ini dimisalkan bentuk daerah garis bawah kurva adalah trapesium. Aturan trapesium adalah salah satu metode numerik yang digunakan untuk pendekatan matematika dalam suatu ilmu tertentu” belum habis dia menjelaskan, aku ambil kesimpulan dari pada semakin lama mendengarkan penjelasannya.

“Ooo, aku paham, konsentrasi yang aku dapatkan salah ya? Okee, terimakasih banyak ya atas koreksinya, aku duluan”ucapku pergi dan sedikit tersenyum padanya.

I love u ran, tapi maaf aku harus pergi,”ujarnya.

“Lupain Pin,” ujarku, aku pun bergegas ke kelas.

….

(Di dalam kelas)

Deg deg deg,rasanya jantungku sedang maraton, aku tidak fokus dalam pelajaran hari ini. Bagaimana tidak, jika boleh jujur dia adalah tipe ku. Baik, pintar, tinggi, gak sombong dan suka membantu orang.

Plak, aku memukul ringan pipiku untuk menyadarkan kembali rasa sakit yang ga bakal aku ulangi, yang membuatku semakin yakin untuk terus menutup hati.

.

 (wa apin)

Rani : Pin, habis kelas, aku tunggu di kantin ya, aku mau bicara.

Apin : (read)

.

(Di kantin)

“Duh, mana sih Apin”gumamku sambil perhatiin sekeliling kantin.

.

30 menit

.

2 jam

Aku pun memutuskan untuk kembali ke kos. Hari-hari pun berlalu namun hingga saat ini aku belum pernah lagi melihatnya.

Now I know (now I know) how much I love you

I’m so lost without you

When you’re not by my side

Now I know (now I know) how much I love you

And now I know how much I need you

Now I realize

Yes I know it’s all too late

Song: Kaleb J- Now I Know

Penulis bernama Rifdah Afifah Bardan, salah satu anggota aktif di UKM Pers DETaK USK.

Editor: Cut Siti Raihan