
Mutia Dara Authari [AM] | DETaK
Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unversitas Syiah Kuala (Unsyiah) menyelenggarakan acara talkshow yang mengusung tema “Ketika Pelayan Negara Hilang Independensinya”. Acara tersebut dilaksanakan di Gelanggang Mahasiswa pada Selasa, 19 April 2016.
Acara ini diisi oleh dua pemateri yakni Azhari Cage, Wakil Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dan Mukhlis Mukhtar, mantan Ketua Komisi 1 DPRA.
Dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Komisi 1 DPRA Azhari Cage menegaskan bahwa perencanaan yang di rancang atas perubahan peraturan Qanun Aceh tentang Pilkada tanpa Independesi belum ditetapkan menjadi Qanun dan masih mengalami Revisi. DPRA akan terus mengacu pada Undang-Undang yang berlaku dan terhadap materi keputusan Mahkamah Konstitusi.
Selain itu pembahasan dalam talkshow tersebut berkaitan dengan Pilkada yang akan di adakan pada tahun depan, serta keterkaitan dengan penghapusan Indepedensi di Aceh.
Menurut staff ahli dalam acara tersebut Alfian Rinaldi, menuturkan acara tersebut dilaksanakan agar dapat mengambi tindakan yang tepat untuk masa depan aceh kedepannya.
“Selaku mahasiswa kita harus lebih cepat dalam mengambil tindakan atas apa yang akan kita lakukan untuk Aceh kedepannya sehingga kita harus memastikan sekarang,” tutur Alfian Rinaldi.[]
Editor: Cut Meliana
Comments
comments