Beranda Headline Setelah Penghitungan Ulang Desember Lalu, Hafizh-Naufal Resmi Dilantik Sebagai Ketua dan Wakil...

Setelah Penghitungan Ulang Desember Lalu, Hafizh-Naufal Resmi Dilantik Sebagai Ketua dan Wakil Ketua BEM

BERBAGI
Ketua dan wakil ketua BEM terpilih 2020 saat diwawancarai tim DETaK setelah pelantikan ormawa berlangsung. (Alfi Nora/DETaK. 11/02/2020)

Alfi Nora | DETaK

Darussalam- Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal resmi melantik ketua dan kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) periode 2020, Selasa 11 Februari 2020 di aula Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam  (FMIPA) Unsyiah.

Mohd. Hafizh Al Mukarram dan Dzaky Naufal terpilih sebagai ketua dan wakil ketua BEM periode 2020 setelah melewati penghitungan suara ulang karena disinyalir terjadi kecurangan saat pemilihan raya berlangsung. Saat itu dugaan yang dilayangkan oleh pasangan rivalnya tak bisa ditindaklanjuti karena bukti yang ada tidak terbukti memberatkan pihak yang digugat. Sementara dalam waktu yang berdekatan pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) sebagai penyelenggara pemira merasa tak dihiraukan dalam menentukan kebijakan sengketa pemira.

Tak lama setelah pelantikan usai, Dzaky Naufal sebagai wakil ketua BEM terpilih berharap agar mahasiswa tidak salah paham dan harus menyaring pemberitaan yang beredar.

“Terkait kendala pada saat pemira kami berharap kepada mahasiswa untuk menganalisa dulu berita yang ada, betul tidak sebelum dijadikan konsumsi publik, jangan sampai dilemahkan oleh oknum-oknum yang ada, yang berupaya untuk melemahkan posisi mahasiswa,” ucapnya.

Hafizh dan Naufal mengatakan bahwa mereka berharap agar mahasiswa Unsyiah dapat bekerjasama menjalankan program yang akan mereka susun. Pesan agar mahasiswa tak sungkan untuk mengkritik dan memberi saran juga disampaikan demi kelancaran program kerja dan perubahan yang baik.

“kami berharap semua lancar, semoga sinergitas seluruh Fakultas dilancarkan oleh Allah. Nah, dengan sinergitas itu akan menjadi kunci sebenarnya karena apabila sinergitas itu lancar maka semua program pun akan mudah untuk dilaksanakan. Kalau ada kritik dan saran dari mahasiswa silakan disampaikan kepada kami, mungkin yang awalnya terbatas dan sekarang terbuka untuk siapapun,” ujar Hafizh. []

Editor: Missanur Refasesa