Beranda Headline Pelaksanaan SBMPTN di FP, Sejumlah Peserta Telat Berhadir 

Pelaksanaan SBMPTN di FP, Sejumlah Peserta Telat Berhadir 

BERBAGI
Poster SBMPTN DETaK. (Arie Mawardi/ DETaK)

Alfi Nora [AM] | DETaK

Darussalam – Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) melaksanakan Seleksi  Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) yang berlangsung serentak di seluruh Indonesia pada Selasa, 8 Mei 2018. Fakultas Pertanian (FP) Unsyiah menyediakan 3 lokasi untuk pelaksanaan seleksi. Yang pertama tipe B di lantai 3, tipe B lama lantai 2, dan tipe C di lantai 1 dan 3.

Sejumlah peserta yang mengikuti seleksi telat berhadir dari waktu yang telah ditetapkan. Namun dalam hal ini pihak panitia memberikan toleransi selama 30 menit, lewat dari jam tersebut peserta sudah tidak dilayani lagi. Panitia memaklumi hal tersebut karena memikirkan beberapa  kendala dari calon mahasiswa yang berangkat dari kampungnya untuk mengikuti seleksi ini.

IKLAN
loading...


Seleksi SBMPTN yang diadakan di FP ini merupakan lokasi seleksi Ilmu pengetahuan campuran (IPC), jumlah ruang yang digunakan di gedung pertanian Tipe B lantai 3 sebanyak 11 ruang dengan jumlah peserta 320 orang. Diketahui ada beberapa peserta yang tidak berhadir pada SBMPTN tahun ini.

Pelaksanaan SBMPTN di Gedung B Lt. 3 berjalan kondusif. Selasa 8/5/18. (Alfi Nora [AM]/ DETaK)

Panitia juga menentukan  jadwal SBMPTN yang sangat terperinci, peserta harus datang masuk ke dalam ruangan pada jam 07.00 WIB, dimulai dengan mengisi biodata pada jam 07.30 WIB, mengikuti  Tes Kemampuan Dasar Saintek (TKD Saintek) sampai jam 09.15 WIB, dilanjutkan dengan istirahat selama 30 menit dan kembali masuk ruang pada jam 09.45 WIB untuk mengikuti Tes Kemampuan dan Potensi Akademik (TKPA), yang terakhir pada jam 13.15 WIB para calon mahasiswa mengkuti Tes Kemampuan dasar Sosial dan Humaniora (TKD Soshum).

Edi Marsudi sebagai penanggung jawab area menerangkan bahwa sebaiknya para peserta memeriksa ruangan yang akan digunakan sebelum hari H SBMPTN.

“Saya berharap semua peserta dapat mengikuti ujian dengan baik dan sudah jauh-jauh hari mempersiapkan diri seperti mengecek ruangan sebelum hari H, karna ada beberapa yang telat mereka memberi alasan bahwa mereka kesasar dan sama sekali tidak tau ruangannya dimana,” ungkap Edi Marsudi. []

Editor : Missanur Refasesa