Beranda Headline Akreditasi UKM Sebagai Indikator Jumlah Dana Kelembagaan

Akreditasi UKM Sebagai Indikator Jumlah Dana Kelembagaan

BERBAGI
Ketua DPM Unsyiah saat diwawancarai. 31/03/19 (Zahratul Mahfuzah | DETaK)

Nana Dahliati | DETaK

Darussalam- Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) memberlakukan sistem Akreditasi Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sebagai indikator jumlah dana kelembagaan yang akan dialirkan ke UKM di lingkungan Unsyiah. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Unsyiah merupakan pihak yang berwenang untuk memberikan penilaian. Penilaian dilakukan secara langsung dengan mengunjungi sekretariat-sekretariat dari UKM yang ada di lingkungan kampus.

DPM Unsyiah juga memiliki wewenang untuk membagi dana kelembagaan tersebut. Dana kelembagaan dibagi sesuai dengan tingkat akreditasi UKM. Saat ditemui Tim detak-unsyiah.com pada 31 Maret 2019, Mohammad Ikhsan selaku Ketua DPM mengatakan bahwa DPM punya kriteria tertentu dalam memberikan penilaian akreditasi UKM di lingkungan Unsyiah.

IKLAN
loading...


“DPM punya kriteria tertentu seperti prestasi dari UKM, kegiatannya, sistem kerjanya, dan beberapa hal lain yang berkaitan dengan personal UKM itu menjadi indikator penilaian,” pungkasnya.

Ia juga mengungkapkan pentingnya akreditasi untuk menentukan pembagian dana kelembagaan UKM. Menurutnya, akreditasi UKM diperlukan untuk meningkatkan kualitas, prestasi, dan sumber daya manusia pengurus UKM.

“Kalau tidak ada indikator atau parameter dalam memberikan dana kelembagaan, maka kemajemukan dalam pembagian dana kelembagaan akan terjadi dan kesenjangan pun akan terjadi karena kualitas UKM dalam hal prestasi, keanggotaan, kegiatan dan ruang kerja berbeda-beda tiap UKM,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Rektor III Unsyiah, Alfiansyah Yulianur mengatakan bahwa tujuan diberlakuan akreditasi UKM ini agar semangat para pengurus UKM terpacu untuk terus aktif berkompetisi. Akreditas UKM menjadi tolak ukur berkualitas atau tidaknya suatu UKM.

“Saya pikir pendanaan menurut akreditasi itu sebuah cara untuk memacu dan membedakan UKM yang aktif dan tidak aktif untuk berkompetisi, karena dana kelembagaan dari mahasiswa, kita hanya memfasilitasi, karena itu pihak rektorat tidak ikut campur tangan tapi diawasi saja,” ungkapnya. []

Editor: Nurul Hasanah