Beranda Headline 16 Negara Ikut Konferensi International di Unimal

16 Negara Ikut Konferensi International di Unimal

BERBAGI

Siaran Pers

Lhokseumawe – Universitas Malikussaleh (Unimal) bekerjasama dengan Harvard University, Amerika Serikat terus mempersiapkan penyelenggaraan konferensi internasional tentang Aceh dan Kawasan Lautan Hindia ke-4, yang akan dilangsungkan 8 sampai 10 Juni 2013 mendatang di Lhokseumawe.

“Kita terus berupaya maksimal supaya konferensi internasional tentang Aceh dan Kawasan Lautan Hindia ke-4 di Kampus Unimal berjalan maksimal. Konferensi ke-4 ICAIOS kali ini akan menampilkan 60 makalah dari 16 negera presenter seperti Amerika Serikat, Kanada, Italia, Denmark, Malaysia, Australia, Inggris, Jepang, Filandia, Srilangka dan lainnya.” Ujar Ketua Panitia Mohd Heikal, yang didampingi Pembantu Rektor (PR) IV Unimal, Iskandar Zulkarnaen sebagai penanggung jawab konferensi international.

IKLAN
loading...


Menurut Heikal, konferensi ICAIOS ke-4 ini akan mengundang empat orang sebagai keynote speaker (pembicara kunci) dari 3 negera. Dari Indonesia, Menkopolhukam RI, Djoko Suyanto dan kepala UKP4 RI, Kuntoro Mangkusubroto. Dari Amerika Serikat, Prof Mary Jo dan Prof Michael Feener dari National University of Singapore.

“Selain keynote speaker, ada juga pembicara tamu seperti Adnan Ganto sebagai Komisaris Morgan Bank Ltd Zurich Swiss yang juga dewan penasehat Unimal, Prof. Kamaruzzaman Askandar dari Universiti Sains Malaysia, Prof. Byron J. Good dari  Harvard University Amerika Serikat, Prof. Yusny Saby dari IAIN Ar-Raniry dan Dr. Saleh Sjafei dari Syiah Kuala University,” lanjut Heikal.

“Konferensi ICAIOS ke-4 ini mengangkat tema “Beyond Reconstruction: Social Recovery on Post-Conflict and Post-Disaster Society”, tema yang dibahas tentang Perubahan Sosial Politik Pemerintahan dan Hukum, Rekonsiliasi Budaya dan Agama, Psikososial, Gender Keterwakilan dan Partisipasi, Sosial Ekonomi Lingkungan dan Pengelolaan Sumber daya Alam” sebut Heikal

Heikal menambahkan, ada juga tambahan kegiatan yang sifatnya mendukung program pemerintah Aceh tentang Aceh Visit Year dengan memanjakan sebagian peserta dengan Aceh Historical Tour (wisata sejarah Aceh) dan poster exhibition on ‘Islam, Trade and Politics across the Indian Ocean’ dan pemutaran film dokumenter berbasis antropologi.[]