Beranda Feature Annisa Ul Husna, Mahasiswi USK Yang Jadi Relawan Tracer Covid-19 di Jakarta

Annisa Ul Husna, Mahasiswi USK Yang Jadi Relawan Tracer Covid-19 di Jakarta

BERBAGI
Annisa Ul Husna (Dok.Pribadi)

Satria Liswanda | DETaK USK

Banda Aceh – Annisa Ul Husna yang merupakan mahasiswi Fakultas Keperawatan (FKEP) Universitas Syiah Kuala (USK) saat ini sedang aktif sebagai relawan tracer kasus Covid-19 di Jakarta dan satu-satunya dari USK. Mahasiswi yang akrab disapa Icha ini awalnya mengetahui informasi perekrutan relawan dari temannya. Pelaksana program ini ialah RECON (Relawan Covid-19 Nasional) yang bekerjasama dengan kampus yang ada di Indonesia.

Setelah melakukan pendaftaran para peserta diarahkan untuk aktif mengikuti pelatihan karena merupakan bagian dari seleksi, selain itu seleksi juga berupa tes pengetahuan tentang Covid-19. Setelah melalui beberapa tahap pendaftaran, akhirnya Icha menjadi satu-satunya relawan tracer yang lolos dari USK. Selain dari USK ada juga relawan dari kampus lain di Indonesia yang lolos sebagai relawan tracer Covid-19.

IKLAN
loading...


Awalnya diberitahu bahwa para relawan ini akan bekerja sama dengan dinas kesehatan di daerah masing-masing dan akan ditugaskan di puskesmas terdekat dengan tempat tinggal masing-masing relawan. Namun karena meningkatnya kasus Covid-19 di Jakarta, para relawan ini ditugaskan di Jakarta dan mereka bekerja secara daring. Icha mendapat tugas untuk tracing pasien di Puskesmas Kelurahan Gandaria Selatan, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.

Hingga saat ini Icha sudah menangani sebanyak 30 pasien positif Covid-19 di tempat tugasnya. Selama menjadi relawan tracer mereka bertugas menghubungi pasien positif berdasarkan daftar yang diberikan dokter, menanyakan kendala pasien, membantu mendaftarkan tes PCR pasien, membantu penyaluran obat pasien dan menginput data pasien Covid-19.

Icha menjelaskan kesan dan pengalaman yang bisa didapatkan selama menjadi relawan tracer Covid-19 apalagi bergabung dengan komunitas RECON (Relawan Covid-19 Nasional).

“Kesannya selama menjadi tracer yaitu banyak hal baru yang didapatkan dalam menghadapi dan menangani pasien Covid-19.  Menghadapi berbagai pandangan pasien terhadap Covid-19 rasanya seru, dapat teman baru dari luar daerah, saling belajar dari nakes lainnya dan juga dokter yang membimbingnya juga baik dan mau menasehati sesuatu yang kurang tepat,” katanya.

Icha sangat berharap agar masyarakat selalu mematuhi protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 ini segera berakhir.

“Harapannya semoga pandemi ini bisa segera berakhir dan kita semua bisa berkegiatan normal kembali, dan saya harap masyarakat dapat mematuhi protokol kesehatan serta menjaga kebersihan agar rantai penularan Covid-19 ini dapat dihentikan,” ungkap Icha ketika diwawancarai via WhatsApp.

Para relawan tracer ini masuk dalam masa kerelawanan gelombang I, di mana mereka telah bekerja sejak awal Juli 2021 dan akan berakhir tanggal 31 Agustus 2021. Jika mereka berkenan bisa memperpanjang masa kontrak relawan untuk gelombang selanjutnya.

Setelah kegiatan ini berakhir, setiap relawan akan mendapatkan sertifikat dari Kemenkes dan Kemendikbud. Menurut informasi, program ini dapat diubah menjadi Satuan Kredit Semester (SKS) sesuai dengan ketentuan dari perguruan tinggi masing-masing dalam program Merdeka Belajar.[]

Editor : Sahida Purnama