Beranda Artikel Teknologi Membran Pengolahan Air Bersih dengan Pemanfaatan Limbah Sekam Padi

Teknologi Membran Pengolahan Air Bersih dengan Pemanfaatan Limbah Sekam Padi

BERBAGI
(Dok. Pribadi)

Artikel | DETaK

Air menjadi salah satu kebutuhan pokok dalam segala aktivitas manusia baik dalam kehidupan sehari-hari, juga dalam kegiatan sosial dan ekonomi seperti industri/pabrik, perkantoran, dll. Kebutuhan air bersih baik secara kuantitas dan kualitas terus mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Apalagi musim kemarau akan berdampak pada krisis akan kebutuhan air bersih bagi khalayak Aceh yang beriklim tropis.

Teknologi membran dari sekam padi untuk pengolahan air bersih ini hasil inovasi mahasiswa Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Atas dasar persoalan tersebut, lima mahasiswa berbeda latar belakang berkumpul untuk melakukan penelitian di Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala (FT-USK) menciptakan alat filtrasi air bersih sederhana dari teknologi membran.

IKLAN
loading...


Karena banyaknya masalah mengenai air bersih, kami tertantang untuk mengatasi permasalahan air bersih ini, Fazira bersama keempat rekannya yakni Nurul Islamidini, Selly Gita Amelia, Abdul Halim Muslem, dan Hidayatullah menciptakan teknologi membran sebagai alat filtrasi air bersih.

Keuntungan utama dari aplikasi teknologi membran yaitu pemakaian energi yang rendah, mampu beroperasi dengan penggunaan bahan kimia minimum, mudah digunakan, ramah lingkungan dan metode proses yang sederhana. Dalam aplikasinya untuk pengolahan air, pemakaian membran tidak membutuhkan penambahan bahan-bahan kimia (koagulan dan flokulan) sehingga ramah bagi lingkungan.

Umumnya, membran yang digunakan untuk penjernihan air ini merupakan membran polimer. Membran polimer bersifat fleksibel, elastisitas yang tinggi, dan stabil terhadap perubahan suhu dan stabil secara unsur kimiawi. Salah satu bahan polimer yang sering digunakan untuk pembuatan membran adalah polietersulfon (PES).

PES merupakan bahan polimer yang sangat terkenal di industri. Beberapa keunggulan dari membran PES diantaranya mempunyai performa tinggi dalam rekayasa thermoplastik, karakteristik mekanik yang baik, temperatur transisi glass tinggi, dan stabilitas termal dan kimia yang baik. Akan tetapi, PES memiliki kelemahan yaitu mudah mengalami fouling pada permukaan, disebabkan oleh sifatnya yang hidrofobik sehingga diperlukan modifikasi membran dengan menambahkan aditif pada membran.

Pemanfaatan abu sekam padi sebagai salah satu biopolimer hidrofilik yang dapat dijadikan sebagai pore forming agent. Abu sekam padi memiliki kandungan utama silika (SiO2) yang dapat mengubah sifat membran, yaitu untuk meningkatkan pembentukan pori serta sifat hidrofilisitas pada membran. Dengan demikian, performa dari membran PES akan meningkat serta kemungkinan terjadinya fouling juga menjadi lebih kecil.[]

Tulisan ini merupakan hasil penelitian dari Mahasiswa Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

Editor: Cut Siti Raihan