Beranda Artikel Pemulihan Limbah Cair Pabrik Pupuk sebagai Air Umpan Boiler dengan Membran Modifikasi

Pemulihan Limbah Cair Pabrik Pupuk sebagai Air Umpan Boiler dengan Membran Modifikasi

BERBAGI
(Dok. Panitia)

Artikel | DETaK

Permasalahan limbah cair hasil pengolahan pabrik merupakan masalah serius bagi lingkungan, banyak industi yang masih membuang hasil limbah cair ke lingkungan tanpa diolah terlebih dahulu. Hal ini berdampak pada lingkungan khususnya perairan dan matinya ekosistem di dalamnya.

Atas dasar masalah tersebut, mahasiswa Fakultas Teknik, Universitas Syiah Kuala berupaya untuk mengolah limbah cair pabrik pupuk agar dapat digunakan kembali terkhusus dalam dunia perindustrian dengan penggunaan instrumen boiler. Boiler adalah alat pemanas yang mengubah air menjadi uap, dan digunakan dalam dunia industri. Penggunaan air dalam boiler harus benar-benar bersih dari zat pengotor seperti logam berat, dikarenakan dapat menyebabkan korosi/karat pada pipa boiler.

Alwan Ziyad Marom, Rinal Dia’ul Haikal dan Cut Rahmi Azalla berupaya menciptakan teknologi untuk menghasilkan air bersih dari pengolahan limbah pabrik dan dapat digunakan kembali dalam kebutuhan perindutrian itu sendiri.

Pengolahan limbah sudah banyak dilakukan dengan berbagai macam proses sebelumnya, seperti adsorbsi, koagulasi, sedimentasi dan evaporasi. Sayangnya proses-proses ini masih memiliki kekurangan seperti adsorbsi dan koagulasi yang membutuhkan penambahan bahan kimia dalam proses pengolahannya, sedimentasi dengan hasil yang kurang efisien dan evaporasi memiliki potensi korosif yang tinggi dikarenakan konsentrasi dari limbah yang meningkat.

Proses filtrasi membran yang memiliki berbagai kelebihan mulai dari tidak membutuhkan bahan kimia, pemisahan dapat dilakukan secara kontinyu, dapat menyaring mikrobakteri, mudah dalam pengoperasian dan perawatan, dan bahan membran yang bervasi sehingga mudah beradaptasi dengan jenis limbah yang digunakan. Dalam penelitian ini, membran yang digunakan adalah polyethersulfone (PES) karena memiliki kekuatan mekanik yang kuat, tahan terhadap temperatur yang tinggi, dan mudah dalam pembuatan.

Sayangnya membran PES masih memiliki satu kekurangan yaitu bersifat hidrofilik. Oleh karena itu, ditambabkan zat aditif nanocarbon dan PEG-HE (Polyethylen Glycol Hexadecyl Ether) agar membran memiliki hidrofilisitas yang lebih tinggi, memperbaiki struktur morfologi dan meningkatkan sifat mekanik. Hal ini sudah dibuktikan dengan penelitian sebelumnya bahwa penambahan zat aditif seperti pluronic, graphene oxide dan nanocarbon berdampak baik pada membran.[]

Editor: Indah Latifa