Beranda Artikel Menjaga Kesehatan Mata pada Era Daring

Menjaga Kesehatan Mata pada Era Daring

BERBAGI
(Sumber: ist.)


Artikel | DETaK

Mau tidak mau, semenjak adanya pademi Covid-19, segala aktivitas yang biasanya dilakukan secara tatap muka seperti sekolah, kuliah, kerja, seminar, rapat, kerja kelompok, kini dilakukan secara daring. Kondisi tersebut membuat kita banyak menghabiskan waktu di depan layar digital, sehingga kebiasaan kita pun semakin lama semakin berubah, beradaptasi pada kebiasaan baru yaitu berhadapan dengan layar digital untuk waktu yang lebih lama dari biasanya.

Walaupun aktivitas-aktivitas yang dilakukan secara online tersebut mempunyai efektivitas yang baik pada waktu, jarak, dan biaya, tetapi jika tidak dilakukan dengan cara yang benar juga dapat memberikan dampak negatif, salah satunya pada kesehatan mata. Mata menjadi salah satu organ tubuh yang penting bagi manusia, apalagi pada era daring sekarang ini, mata harus bekerja lebih keras dalam menatap layar digital.

IKLAN
loading...


Sebelum kamu kembali menatap layar laptop atau komputermu untuk mengerjakan tugas, simak penjelasan di bawah ini mengenai menjaga kesehatan mata pada era daring.

Efek paling umum dari menatap layar digital terlalu lama adalah mata tegang, sakit kepala,
penglihatan kabur, mata kering, hingga sakit leher dan bahu. Hal-hal tersebut dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu pencahayaan yang buruk, layar digital yang menyilaukan, jarak pandang yang tidak tepat, postur duduk yang salah, juga kombinasi dari faktor-faktor tersebut.

Sebab dan akibat di atas dapat dicegah dan dikurangi. Dilansir dari laman American Optometric Association, aoa.org, berikut beberapa tips dalam menjaga kesehatan mata:

1. Letak layar komputer
Kebanyakan orang merasa lebih nyaman untuk melihat komputer dengan arah mata ke bawah. Baiknya, layar komputer harus berada 15 hingga 20 derajat di bawah ketinggian mata (sekitar 4 atau 5 inci) yang diukur dari bagian tengah layar dan 20 hingga 28 inci dari mata.

2. Bahan referensi
Bahan-bahan referensi seperti dokumen harus ditempatkan di atas keyboard dan di bawah monitor. Jika tidak memungkinkan, dokumen dapat digunakan di samping monitor. Tujuannya adalah untuk memposisikan dokumen, sehingga kepala tidak perlu bergerak bolak-balik dari dokumen ke layar.

3. Pencahayaan
Posisikan layar komputer untuk menghindari silau, terutama dari pencahayaan di atas kepala atau jendela. Gunakan tirai atau gorden di jendela dan ganti bola lampu di lampu meja dengan lampu dengan watt lebih rendah.

4. Layar anti-silau
Jika tidak ada cara untuk meminimalkan silau dari sumber cahaya, pertimbangkan untuk
menggunakan filter silau layar. Filter ini mengurangi jumlah cahaya yang dipantulkan dari layar.

5. Posisi tempat duduk
Kursi harus empuk, nyaman dan sesuai dengan tubuh. Ketinggian kursi harus disesuaikan sehingga kaki bertumpu rata di lantai. Lengan harus disesuaikan untuk memberikan dukungan saat mengetik dan pergelangan tangan tidak boleh bertumpu pada keyboard saat mengetik

6. Istirahat
Untuk mencegah kelelahan mata, cobalah mengistirahatkan mata saat menggunakan komputer dalam waktu lama. Istirahatkan mata selama 15 menit setelah dua jam terus menerus menggunakan komputer. Juga untuk setiap 20 menit melihat komputer, lihat ke kejauhan selama 20 detik untuk memberi kesempatan mata untuk memfokuskan kembali.

7. Berkedip
Untuk meminimalkan kemungkinan mata kering saat menggunakan komputer, cobalah untuk sering berkedip. Berkedip membuat permukaan depan mata tetap lembab. []

Penulis bernama Shella Agustia Putri, ia merupakan salah satu anggota aktif di UKM Pers DETaK Universitas Syiah Kuala.

Editor: Hijratun Hasanah