Friday June 25th 2010

Telah Terbit

Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan.

Wirausaha Pintu Menuju Sukses

Jumlah pengangguran terdidik, khususnya lulusan perguruan tinggi, sudah sangat mencemaskan karena angkanya terus meningkat. Untuk mengatasi persoalan ini, pendidikan kewirausahaan sejak dini bisa menjadi solusi dan terbukti ampuh di banyak negara.

Hal itu mendorong Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melalui Direktorat Tinggi (Dikti) mulai tahun 2009 mengucurkan dana Kewirausaan untuk mendorong minat mahasiswa menjadi wirausaha. Untuk mendukung kewirausahaan di perguruan tinggi, Depdiknas telah membuka 300 pusat studi kewirausahaan. Serta menambah jumlah dana kewirausahaan.

Untuk Tahun 2009 ini, berbagai universitas di Indonesia termasuk Unsyiah, telah menyalurkan dana kewirausahaan kepada mahasiswa sebesar 1 milyar. Dana ini, dibagikan kepada kelompok mahasiswa yang memiliki usaha untuk dapat dikembangkan lebih baik.

Program dana kewiarusaan yang diusung Dikti ini merupakan program yang efektif, guna mengembangkan jiwa kewirausaan dikalangan mahasiswa. Apalagi dewasa ini tingkat persaingan dunia kerja yang  semakin kompetitif. Di Aceh sendiri misalnya, walaupun Unsyiah setiap tahunnya meluluskan ratusan sarjana dari berbagai disiplin ilmu, tapi tidak semua lulusan itu siap bersaing di dunia kerja. Saat masa rehab rekon Aceh pasca Tsunami adalah buktinya, dimana banyak tenaga kerja luar Aceh yang justru mendominasi proses rehabilitasi dan rekonstruksi itu.

Mirza tabrani, Pembantu Dekan I Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah dalam sambutannya saat pembukaan Kuliah kerja umum (KKU)  di Aula FE Unsyiah sabtu, (19/12) Membenarkan  hal ini. Menurutnya, banyak para sarjana sekarang tidak mampu bersaing, walaupun mereka lulus dengan Indeks Prestasi Komulatif (IPK) tinggi. Tapi itu bukanlah jaminan bahwa mereka siap berkompetisi di dunia kerja. Kondisi ironis ini dicontohkan Mirza Tabrani dengan membludaknya para sarjana yang mengikuti  ujian CPNS tempo hari.

Kepala Biro Kemahasiswaan, Nasir Ibrahim,  didampingi wakil Ketua Program Kewirausaan Unsyiah, Hanafiah, menyebutkan, dana kewirausahaan itu bertujuan membentuk dan mengembangkan jiwa kewirausahaan dalam diri mahasiswa. “Nantinya, setelah selesai kuliah, kita harapkan mereka tidak lagi menjadi pengangguran. Jangan hanya menunggu peluang menjadi PNS, tetapi harus bisa menciptakan lapangan kerja,” ujar Nasir.

Dalam hal ini, Universitas Syiah Kuala membagikan dana kewirausaan yang berjumlah total 1 Milyar, kepada 60 mahasiswa atas nama kelompok dan perorangan. Jumlah tersebut menciut, dari jumlah pelamar mencapai 300-an yang mengajukan proposal untuk mendapatkan uang tersebut.

Proses mendapatkan dana hibah ini terbilang ketat. Mahasiswa yang mengajukan proposal harus mengikuti bebrbagai seleksi dan pelatihan. Panitia seleksi terdiri dari dosen, pihak Bank, Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan pelaku ekonomi lainnya. Selain itu, peserta harus mengikuti magang dan bimbingan dari panitia.

Dana tersebut disalurkan melalui Bank Baitul Qiradh Darul Mizan. Tujuannya adalah agar mahasiswa yang memperoleh dana kemahasiswaan itu terbiasa berhubungan dengan Bank. “biar mereka terbiasa beraktivitas dengan bank” ujar Nasir.

Nasir Ibrahim menegaskan, dana kewirausaan tersebut berbentuk hibah. Akan tetapi, jika nantinya penerima dana tersebut tidak menggunakannya untuk usaha, melainkan untuk keperluan lainnya maka mereka akan dituntut mengembalikan dana tersebut.

“Kalau nantinya mereka gagal, tapi terbukti telah membuka usaha, mereka tidak akan dikenakan sanksi. Tapi jika mereka tidak terbukti telah membuka usaha, sedangkna uang tersebut mereka habiskan untuk hal-hal lainnya, mereka akan di tuntut mengembalikannya,” sebut Nasir.

Selain itu, sambung Hanafiah, para penerima ini akan di evaluasi setiap 3 bulan  sekali. Penerima dana hibah ini akan mempresentasikan laporan kerja mereka, serta melaporkan sejauhmana perkembangan usaha usahanya.

“Dalam menjalankan usaha dengan dana hibah ini, kelompok-kelompok usaha mahasiswa ini akan didampingi dan diawasi. Mereka juga harus membuat laporan kemajuan (progress report) atas pemanfaatan dana itu,” ungkap Hanafiah.

Menurut Hanafiah, untuk tahun pertama ini mereka mengupayakan agar setiap penerima dana hibah ini sukses dalam menjalaknkan usahanya. Hal ini bertujuan sebagai laporan pertanggungjawaban kepada Dikti, sehingga di tahun selanjutnya dana kewirausaan itu bisa terus di lanjutkan.

Sementara itu, Iskandar Madjid, Ketua Program dana Kewirusahaan mengatakan, Program dana kewirausaan mahasiswa yang diusung Dikti ini, diharapakan mampu merubah paradigma berfikir lulusan perguruan tinggi dari job seeker kepada job creator. Ditengah pertumbuhan ekonomi yang rendah dan ketersedian lapangan pekerjaan yang terbatasKecenderungan para lulusan perguruan tinggi  bekerja sebagai PNS atau orang yang dibayar oleh suatu instansi dibandingkan bekerja mendiri dan  mempekerjakan orang lain/wirausahasangat besar. Bekerja mandiri dan mempekerjakan banyak orang, justru dikontribusikan lebih banyak oleh lulusan SD dan SMP. Menurut dosen manajemen ini, hai itu disebabkan karena mereka tidak berani mengambil resiko serta tidak jeli melihat peluang.

“Berani serta jeli melihat peluang adalah ciri seorang entrepreuner,” ujar Iskandarsyah Madjid.

Ia menjelaskan, menjadi PNS seseorang memang aman secara finansial, tapi Ia tidak akan berkembang secara kompetensi. Sebab mereka bekerja sesuai yang diperintahkan. Tidak demikian halnya dengan seseorang yang berwirausaha, mereka bekerja dengan pikiran merdeka. “Jadilah manusia yang bebas dengan berwirausaha” ungkapnya.

Dikti menjadikan program kewirausahaan ini sebagai salah satu program prioritas nasional yang harus dijalankan oleh seluruh perguruan tinggi di Indonesia. Mengingat Perguruan tinggi merupakan  salah satu tempat yang paling pas untuk melakukan pendidikan kewirausahaan ini, sehingga para lulusannya nanti siap bersaing didunia kerja dengan pola pikir job creator.

DETaK | Arief Maulana dan Ibnu Syahri

Leave a Reply



UA-15933840-2